PSPK – 11 April 2026 | Yogyakarta – Pada Rabu, 8 April 2026, Prof. Dr. Abdur Rozaki diangkat menjadi Guru Besar Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga. Dalam pidatonya, ia mengajak publik melihat Indonesia bukan sebagai bangunan yang selesai, melainkan sebagai proses kontinu yang terus dirajut dari perjumpaan identitas, agama, dan etnisitas.
Rozaki menekankan bahwa sejak masa awal, bangsa Indonesia terbentuk lewat kompromi dan negosiasi panjang. Kedatangan Islam, dengan nilai universalnya, tidak menghapus keunikan lokal melainkan menyatu dan melahirkan budaya Nusantara yang baru. Ia menyebut “Indonesia adalah proses menjadi” dan menegaskan bahwa kekuatan bangsa terletak pada kemampuan hidup dalam perbedaan tanpa kehilangan jati diri.
Pengukuhan Rozaki bersama lima akademisi lainnya menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik UIN Sunan Kalijaga. Daftar guru besar yang diangkat pada hari itu meliputi:
- Prof. Dr. Suwadi dan Prof. Dr. Zainal Arifin – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, bidang Evaluasi Pendidikan dan Kepemimpinan Pendidikan Islam.
- Prof. Dr. Lindra Darnela dan Prof. Dr. Muhammad Nur – Fakultas Syariah dan Hukum, bidang Hukum Internasional serta Politik dan Tata Negara Islam.
- Prof. Dr. Abdur Rozaki – Fakultas Dakwah dan Komunikasi, bidang Ilmu Islam dan Etnisitas.
- Prof. Dr. Muhammad Wakhid Musthofa – Fakultas Sains dan Teknologi, bidang Matematika Terapan.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, menyatakan bahwa pengukuhan guru besar merupakan capaian penting, namun bukan akhir perjalanan. Ia mengingatkan bahwa gelar tersebut membawa tanggung jawab besar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, menghasilkan publikasi, menulis buku, dan menyebarkan gagasan dalam rangka menunaikan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan menekankan pentingnya menjaga ruang perjumpaan identitas, Rozaki mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus merajut Indonesia dari “yang berbeda”, menjadikannya proses dinamis yang tak pernah selesai.












