PSPK – 10 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026 – Pasar emas perhiasan kembali menjadi sorotan utama setelah harga emas 24 karat (99%) mengalami penurunan signifikan menjadi Rp2.420.000 per gram pada hari Jumat, 10 April 2026. Penurunan ini tercermin dari data yang dihimpun dari dua platform perdagangan emas ternama, Lakuemas dan Rajaemas, serta didukung oleh analisis faktor-faktor makroekonomi yang memengaruhi pergerakan harga emas secara global dan domestik.
Rangkuman Harga Emas Perhiasan per 10 April 2026
| Karat | Harga Jual (Lakuemas) – Rp/gram | Harga Buyback (Rajaemas) – Rp/gram |
|---|---|---|
| K24 (99%) | 2.420.000 | 2.450.000 |
| K23 | 2.079.000 | 2.225.000 |
| K22 | 1.988.000 | 2.075.000 |
| K21 | 1.901.000 | 1.984.000 |
| K20 | 1.809.000 | 1.895.000 |
| K19 | 1.717.000 | 1.804.000 |
| K18 | 1.625.000 | 1.713.000 |
| K17 | 1.533.000 | 1.625.000 |
| K16 | 1.441.000 | 1.534.000 |
| K15 | 1.351.000 | 1.443.000 |
| K14 | 1.260.000 | 1.354.000 |
| K13 | 1.170.000 | 1.263.000 |
| K12 | 1.078.000 | 1.173.000 |
| K11 | 986.000 | 1.084.000 |
| K10 | 896.000 | 993.000 |
| K9 | 804.000 | 902.000 |
| K8 | 723.000 | 814.000 |
| K7 | 632.000 | 723.000 |
| K6 | 543.000 | 632.000 |
| K5 | 452.000 | 543.000 |
Data di atas menggambarkan perbedaan harga jual dan buyback yang cukup signifikan, terutama pada kadar tinggi (24K). Selisih antara harga jual dan harga buyback menjadi pertimbangan penting bagi pembeli yang berniat menjual kembali perhiasan dalam jangka pendek.
Faktor-Faktor Penggerak Harga Emas Perhiasan
- Fluktuasi Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat (USD) – Harga emas dunia dihargai dalam dolar. Penguatan USD terhadap rupiah menurunkan daya beli emas bagi konsumen Indonesia, yang berujung pada penurunan harga jual di pasar domestik.
- Kebijakan Moneter Bank Sentral – Kebijakan suku bunga yang lebih tinggi dapat mengurangi permintaan investasi emas sebagai safe haven, sehingga menurunkan harga.
- Permintaan Industri Perhiasan Global – Penurunan permintaan dari pasar utama seperti India, China, dan Amerika Serikat menurunkan tekanan beli pada emas murni, yang selanjutnya memengaruhi harga di pasar perhiasan.
- Cadangan Emas Nasional – Kebijakan PT Aneka Tambang (Antam) dalam menambah atau mengurangi penawaran emas fisik di pasar domestik berpengaruh pada stabilitas harga.
- Sentimen Investasi – Pada periode ketidakpastian ekonomi, investor cenderung beralih ke aset-aset likuid seperti emas batangan, mengurangi permintaan pada emas perhiasan yang biasanya lebih bersifat konsumtif.
Tips Cerdas Bagi Pembeli Emas Perhiasan
- Bandingkan harga jual dari minimal tiga penyedia terpercaya (misalnya Lakuemas, Rajaemas, dan platform lain) sebelum memutuskan pembelian.
- Perhatikan kadar karat; emas 24K menawarkan nilai paling tinggi, namun lebih lunak dan kurang praktis untuk perhiasan sehari-hari. Pilihan antara 22K–18K dapat memberikan keseimbangan antara nilai dan kekuatan.
- Manfaatkan program buyback yang menawarkan harga di atas rata-rata pasar jika berencana menjual kembali dalam waktu dekat.
- Periksa sertifikat keaslian dan pastikan perhiasan memiliki tanda karat resmi untuk menghindari penipuan.
- Ikuti perkembangan nilai tukar dan kebijakan moneter; penurunan USD atau penurunan suku bunga dapat meningkatkan harga emas di pasar domestik.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi, baik untuk tujuan investasi jangka panjang maupun untuk menambah koleksi perhiasan.
Secara keseluruhan, penurunan harga emas perhiasan pada 10 April 2026 mencerminkan kombinasi dinamika global dan lokal. Meskipun harga jual mengalami penurunan, buyback tetap berada pada level yang kompetitif, memberi ruang bagi pembeli yang menilai emas sebagai aset cadangan nilai. Pengamat pasar memperkirakan bahwa pergerakan harga akan tetap volatil dalam beberapa minggu ke depan, tergantung pada perkembangan nilai tukar dolar dan kebijakan moneter Bank Indonesia serta Federal Reserve.












