PSPK – 06 April 2026 | Paris – Kementerian Luar Negeri Prancis mengumumkan pada 4 April 2024 bahwa seorang warga negara Prancis berusia 62 tahun, Chan Thao Phoumy, yang dijatuhi hukuman mati di Tiongkok pada 2010 karena keterlibatannya dalam perdagangan narkoba, telah dieksekusi di kota Guangzhou, selatan China.
Kementerian Luar Negeri Prancis menegaskan penolakannya terhadap hukuman mati dalam segala kondisi dan menyerukan penghapusan universal hukuman tersebut. Sebagai tambahan, mereka mengingatkan pentingnya perlindungan hak-hak warga negara di luar negeri.
Pihak berwenang China tidak memberikan komentar detail mengenai kasus ini ketika dihubungi pada hari Minggu. Namun, melalui keterangan kepada AFP, China menegaskan bahwa penanggulangan kejahatan narkoba merupakan tanggung jawab bersama semua negara dan menegaskan bahwa terdakwa dari berbagai kewarganegaraan diperlakukan secara setara, sesuai dengan hukum yang berlaku.
Eksekusi ini menambah deretan kasus di mana China menerapkan hukuman mati untuk pelanggaran narkoba, sebuah praktik yang sering mendapat kritik dari komunitas internasional karena dianggap tidak proporsional dan melanggar standar hak asasi manusia.
- Identitas terdakwa: Chan Thao Phoumy, warga Prancis kelahiran Laos, 62 tahun.
- Keputusan hukuman mati dijatuhkan pada 2010 terkait perdagangan narkoba.
- Eksekusi dilaksanakan di Guangzhou pada 2024.
- Upaya diplomatik Prancis untuk grasi tidak berhasil.
- China menolak komentar detail, menekankan kesetaraan perlakuan hukum.
Kasus ini kembali menimbulkan pertanyaan tentang kebijakan hukuman mati China, khususnya dalam kasus narkoba, serta menyoroti ketegangan antara upaya penegakan hukum nasional dan tekanan internasional untuk reformasi hukuman mati.












