PSPK – 03 April 2026 | Artis Dinda Hauw dan suaminya, musisi Rey Mbayang, kembali menyapa publik lewat serangkaian foto yang menampilkan keseharian mereka di rumah kebun kampung halaman Rey, Kotabunan Selatan, Sulawesi Utara. Menghabiskan sisa libur Lebaran di tengah pegunungan, pasangan ini memperlihatkan betapa sederhana dan damainya hidup ketika menjauh dari hiruk‑pikuk kota besar.
Rumah Panggung di Tengah Hijau
Rumah kebun yang ditumpangi pasangan ini merupakan rumah panggung tradisional dengan latar belakang pegunungan yang hijau. Sebuah jeep klasik diparkir di depan, menambah kesan rustic namun tetap elegan. Dari jendela rumah, tampak pepohonan yang rimbun serta telaga kecil yang memantulkan cahaya pagi, menciptakan suasana tenang yang sulit ditemukan di area urban.
Aktivitas Sehari‑hari yang Menggugah
Dalam rangkaian foto yang diunggah lewat Instagram, Rey dan Dinda memperlihatkan beberapa momen sederhana namun penuh makna:
- Memasak bersama menggunakan tungku tradisional, sambil menikmati hembusan angin pegunungan.
- Makan bersama di teras luar rumah, dikelilingi pemandangan telaga dan lereng hijau.
- Mencuci piring secara tradisional di area belakang rumah, dimana mereka harus berjongkok untuk membersihkan peralatan dapur.
- Berjalan santai menyusuri kebun, memetik buah‑buah lokal, dan menikmati keheningan alam.
Setiap aktivitas tersebut tidak hanya menonjolkan nilai kebersamaan, tetapi juga menegaskan filosofi “slow living” yang mereka anut. Dinda menuliskan dalam caption Instagram, “Tenang banget. Masya Allah, Allahummabarik,” menandakan rasa syukur atas kebahagiaan sederhana yang dirasakannya.
Sentuhan Romantis di Tengah Alam
Suasana makan bersama di teras menjadi salah satu sorotan utama. Rey menuturkan, “Makan sambil menikmati pemandangan,” menggambarkan betapa pentingnya lingkungan sekitar dalam menciptakan momen romantis. Cahaya senja yang menembus dedaunan menciptakan latar belakang yang hampir menyerupai lukisan, menjadikan setiap foto tampak Instagramable.
Nilai-nilai yang Tersirat
Keberadaan pasangan selebritas ini di rumah kebun juga memberi pesan penting bagi para pengikutnya. Di era digital yang serba cepat, mereka mencontohkan cara hidup yang lebih terhubung dengan alam, menghargai proses, dan menempatkan kualitas waktu bersama keluarga di atas materi. Dinda, yang telah dikaruniai dua anak, memperlihatkan contoh pola asuh yang melibatkan anak dalam kegiatan alam, meski dalam foto yang tersedia belum tampak kehadiran anak.
Selain menampilkan keindahan alam, foto-foto tersebut juga menyoroti tradisi lokal, seperti penggunaan tungku kayu, cara mencuci piring secara manual, serta arsitektur rumah panggung yang masih lestari di daerah Sulawesi Utara. Hal ini memberi apresiasi terhadap warisan budaya yang semakin terancam oleh modernisasi.
Respon Publik
Penggemar Dinda Hauw dan Rey Mbayang memberikan komentar positif, memuji ketenangan dan keindahan rumah kebun serta menantikan lebih banyak konten serupa. Banyak yang mengaku terinspirasi untuk mengunjungi atau bahkan menata ruang hijau di rumah masing‑masing.
Keseluruhan, 9 potret yang dipublikasikan tidak hanya sekadar galeri foto, melainkan narasi visual tentang pentingnya keseimbangan antara karier, keluarga, dan alam. Dengan menampilkan kehidupan yang tenang di kebun, Rey dan Dinda mengajak publik untuk sesekali melambat, menikmati setiap detik, dan menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan.












