PSPK – 03 April 2026 | Berita gaya hari ini menyoroti tiga topik penting yang berdampak pada kesehatan masyarakat: varian baru Covid-19 yang disebut "Cicada", fase perimenopause pada perempuan, serta penjelasan lengkap tentang siklus menstruasi atau "Period Cycle 101". Berikut rangkumannya.
Fakta Covid-19 Varian Cicada
Setelah periode relatif tenang, Kementerian Kesehatan mengonfirmasi kemunculan kembali varian BA.3.2, yang dijuluki "Cicada". Varian ini merupakan turunan dari omicron dan memiliki kemampuan penularan yang mirip dengan varian sebelumnya, namun belum terbukti lebih berat dalam menimbulkan gejala. Pemerintah menekankan pentingnya tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker di ruang tertutup, mencuci tangan, dan melengkapi dosis vaksinasi booster bila belum.
Perimenopause: Tanda dan Dampaknya
Perimenopause adalah fase transisi alami sebelum menopause, biasanya terjadi pada perempuan usia 45‑55 tahun. Pada tahap ini ovarium mengurangi produksi estrogen, yang dapat menyebabkan perubahan pola haid, mood swing, hot‑flash, serta gangguan tidur. Gejala lain yang sering muncul meliputi penurunan libido, perubahan pada kulit dan rambut, serta peningkatan risiko osteoporosis jika tidak ditangani. Penting bagi perempuan yang merasakan gejala tersebut untuk berkonsultasi dengan tenaga medis demi mendapatkan penanganan yang tepat, seperti terapi hormon atau perubahan gaya hidup.
Period Cycle 101: Memahami Siklus Menstruasi
Siklus menstruasi tidak sekadar munculnya darah setiap bulan, melainkan rangkaian proses hormonal yang melibatkan otak, kelenjar pituitari, ovarium, dan rahim. Siklus dibagi menjadi empat fase utama: fase menstruasi, fase folikuler, fase ovulasi, dan fase luteal. Pada fase folikuler, hormon folikel‑stimulating hormone (FSH) merangsang pertumbuhan folikel di ovarium, yang pada gilirannya meningkatkan kadar estrogen. Peningkatan estrogen memicu pertumbuhan lapisan rahim (endometrium) dan mempersiapkan tubuh untuk kemungkinan kehamilan. Pada fase ovulasi, luteinizing hormone (LH) memicu pelepasan sel telur. Jika tidak terjadi pembuahan, hormon progesteron menurun, mengakibatkan peluruhan lapisan rahim dan dimulainya menstruasi kembali.
Dengan memahami tiap fase, perempuan dapat lebih mudah mengidentifikasi pola mood, energi, maupun gejala fisik yang biasanya berhubungan dengan perubahan hormonal. Pemantauan siklus secara rutin, misalnya dengan aplikasi atau kalender, dapat membantu deteksi dini gangguan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS) atau disfungsi tiroid.












