Project Seru Penuh Kejutan

Saham DEWA Bangkit Setelah Penurunan, Analis Rekomendasikan Beli Karena Kenaikan Harga Emas

April 2, 2026 • 0 Views
Saham DEWA Bangkit Setelah Penurunan, Analis Rekomendasikan Beli Karena Kenaikan Harga Emas
Saham DEWA Bangkit Setelah Penurunan, Analis Rekomendasikan Beli Karena Kenaikan Harga Emas

PSPK – 02 April 2026 | Setelah mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama 2026, saham PT Duta Energi Wira (DEWA) menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pada perdagangan minggu ini. Lonjakan harga emas dunia menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong rebound tersebut, seiring dengan perbaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kini diproyeksikan akan melanjutkan penguatannya.

Latihan pasar dan pengaruh harga emas

Pasar saham Indonesia kembali berada di jalur naik setelah IHSG menguat 1,93% pada Rabu (1/4/2026) dan diprediksi dapat terus melanjutkan rebound pada hari Kamis (2/4/2026). Analis teknik BRI Danareksa, Reza Diofanda, menekankan bahwa sentimen global, terutama reli pasar saham Amerika Serikat yang dipicu oleh optimisme meredanya konflik geopolitik, menjadi katalis utama. Di sisi lain, harga emas yang naik hampir 5% dalam satu bulan terakhir memberikan dukungan tambahan bagi saham-saham yang berkaitan dengan komoditas safe‑haven.

Emas tradisionalnya menjadi aset pelindung nilai (safe‑haven) ketika volatilitas pasar meningkat. Kenaikan harga emas biasanya meningkatkan minat investor pada perusahaan yang memiliki eksposur langsung atau tidak langsung terhadap logam mulia, termasuk perusahaan pertambangan, perhiasan, dan juga beberapa emiten yang memiliki cadangan emas sebagai bagian dari strategi lindung nilai.

  • Kenaikan harga emas mencapai US$1.950 per ons pada akhir Maret 2026.
  • Investor institusional menambah posisi di sektor logam mulia, meningkatkan permintaan terhadap saham terkait.
  • Sentimen global yang positif menurunkan tekanan jual pada saham-saham domestik.

Rebound DEWA: Analisis teknikal dan fundamental

Secara teknikal, grafik DEWA menembus level resistance utama di Rp1.250 per lembar, menandakan pembalikan tren menurun yang telah berlangsung sejak akhir Januari. Pola cup‑and‑handle yang terbentuk pada grafik mingguan mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik dalam jangka pendek. Volume perdagangan juga meningkat sekitar 35% dibandingkan rata‑rata harian, menandakan adanya minat beli yang kuat.

Di sisi fundamental, DEWA mencatat profitabilitas yang stabil meskipun harga komoditas energi sempat menurun. Laporan kuartal I mengungkapkan margin laba bersih sebesar 12,4% dan rasio hutang terhadap ekuitas (DER) yang berada pada level terkelola, yakni 0,58. Selain itu, perusahaan telah mengumumkan rencana diversifikasi ke sektor logam mulia melalui investasi strategis di tambang emas skala menengah, yang diharapkan dapat menambah pendapatan non‑energi.

Rekomendasi analis

Beberapa rumah riset menilai DEWA sebagai saham yang layak dibeli (buy) dengan target harga jangka menengah sekitar Rp1.500 per lembar, mengasumsikan harga emas tetap berada di atas US$1.900 per ons. Analis menekankan bahwa:

  1. Rebound IHSG memberikan dukungan likuiditas bagi semua saham unggulan, termasuk DEWA.
  2. Kenaikan emas meningkatkan prospek pendapatan tambahan dari investasi pertambangan emas.
  3. Fundamental perusahaan tetap kuat, dengan arus kas operasi positif dan neraca yang sehat.

Dengan demikian, rekomendasi beli didasarkan pada kombinasi sinyal teknikal yang positif, dukungan fundamental yang solid, dan faktor eksternal berupa kenaikan harga emas yang memperkuat eksposur DEWA.

Risiko yang perlu diwaspadai

Meski prospek terlihat menjanjikan, terdapat beberapa risiko yang dapat memengaruhi pergerakan harga DEWA:

  • Fluktuasi harga energi global yang kembali naik dapat menurunkan margin operasional perusahaan.
  • Ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat yang dapat memicu apresiasi dolar dan menurunkan harga emas.
  • Potensi penurunan arus masuk dana asing ke pasar saham Indonesia, yang sebelumnya mencatat net sell sekitar Rp162 miliar pada sektor perbankan.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan moneter global serta laporan keuangan DEWA pada kuartal berikutnya.

Kesimpulan

Setelah mengalami penurunan tajam pada awal tahun, saham DEWA berhasil melakukan rebound berkat dukungan harga emas yang kuat dan perbaikan umum pada IHSG. Analisis teknikal menunjukkan pola bullish, sementara fundamental perusahaan tetap sehat dengan prospek diversifikasi ke sektor logam mulia. Analis secara konsensus merekomendasikan pembelian DEWA dengan target harga menengah sekitar Rp1.500, meskipun tetap perlu memperhatikan risiko eksternal seperti volatilitas harga energi dan kebijakan moneter global. Bagi investor yang mencari peluang di tengah pasar yang masih dipengaruhi sentimen global, DEWA dapat menjadi pilihan yang menarik dalam portofolio saham Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *