PSPK – 04 Maret 2026 | Jakarta, 4 Maret 2026 – Malam Nuzulul Qur’an, peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW, akan diperingati pada tanggal 7 Maret 2026 yang bertepatan dengan 17 Ramadhan 1447 H. Penetapan tanggal ini didasarkan pada penetapan 1 Ramadhan 1447 H yang jatuh pada 19 Februari 2026, sehingga 17 Ramadhan menjadi momentum spiritual penting bagi umat Islam di seluruh Indonesia.
Sejarah Singkat Turunnya Al‑Qur’an
Nuzulul Qur’an menandai awal mula Allah SWT menurunkan firman-Nya melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW yang sedang berusia 40 tahun dan bersendiri di Gua Hira, Jabal Nur, Mekah. Pada malam itu, Jibril mengulang tiga kali perintah “Iqra” (bacalah) sebelum membacakan lima ayat pertama Surat Al‑‘Alaq. Peristiwa ini menjadi titik balik peradaban manusia, mengubah kegelapan jahiliyah menjadi cahaya petunjuk yang abadi.
Berbagai riwayat ulama menegaskan tanggal 17 Ramadhan sebagai malam turunnya wahyu pertama, meski ada pendapat lain menyebutkan 24 Ramadhan atau 24 Ramadhan. Imam Nawawi, Ibnu Katsir, serta Hasan bin Ali menekankan pentingnya malam 17 Ramadhan, yang juga dikaitkan dengan istilah “al‑furqan yaumul taqāl jamʿān” (malam pertemuan dua pasukan pada Perang Badar).
Amalan yang Dianjurkan
- Memperbanyak tilawah Al‑Qur’an, mengingat Ramadhan disebut sebagai “Bulan Al‑Qur’an”.
- Merenungkan (tadabur) ayat‑ayat Al‑Qur’an, terutama Surah Al‑Qadr yang menegaskan keutamaan malam tersebut.
- Melakukan shalat malam (qiyamul‑layl) dan istighfar secara berkelanjutan.
- Memberi sedekah dan membantu sesama sebagai wujud syukur atas petunjuk Ilahi.
Lokasi Perayaan Resmi Tahun Ini
Menag Indonesia, Nasaruddin Umar, mengonfirmasi bahwa peringatan Nuzulul Qur’an 2026 akan dilaksanakan di Istana Negara, Jakarta. Keputusan ini diambil setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan nilai simbolik istana sebagai pusat kebangsaan. Menag menambahkan, acara akan bersifat inklusif dengan melibatkan tokoh agama, duta besar sahabat, serta perwakilan generasi muda, menjadikan peringatan sekaligus ruang silaturahmi kebangsaan.
Pendidikan untuk Generasi Muda
Seiring dengan peringatan resmi, Kementerian Agama dan berbagai media pendidikan meluncurkan materi Nuzulul Qur’an yang dirancang khusus untuk siswa SD. Materi singkat ini menekankan pentingnya membaca, belajar, dan berbuat baik, serta menjelaskan bahwa wahyu pertama turun dalam bentuk perintah “Iqra” yang menegaskan nilai ilmu pengetahuan dalam Islam. Video edukatif di platform YouTube “Aku Ingin Tau” menjadi salah satu sarana penyampaian yang efektif bagi anak‑anak.
Makna Sosial dan Kebangsaan
Selain nilai spiritual, peringatan ini diharapkan memperkuat nilai keadilan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang terkandung dalam Al‑Qur’an. Menag menegaskan bahwa perayaan di Istana Negara tidak hanya sekadar seremoni keagamaan, melainkan juga momentum meneguhkan komitmen kebangsaan Indonesia yang pluralistik.
Dengan rangkaian acara resmi, amalan pribadi, dan upaya edukatif, malam Nuzulul Qur’an 2026 diharapkan menjadi titik refleksi bersama bagi seluruh umat Islam Indonesia, memperkuat ikatan spiritual sekaligus menumbuhkan rasa kebangsaan yang inklusif.












