Project Seru Penuh Kejutan
Berita  

Cirebon Bergolak: Pemerintah Uji 5 Hari Sekolah, Jadwal Sholat Tepat Waktu, dan Operasi Tebas Miras

March 31, 2026 • 0 Views
Cirebon Bergolak: Pemerintah Uji 5 Hari Sekolah, Jadwal Sholat Tepat Waktu, dan Operasi Tebas Miras
Cirebon Bergolak: Pemerintah Uji 5 Hari Sekolah, Jadwal Sholat Tepat Waktu, dan Operasi Tebas Miras

PSPK – 31 Maret 2026 | Kota Cirebon kembali menjadi sorotan publik pada akhir Maret 2026. Berbagai dinamika muncul, mulai dari kebijakan pendidikan yang sedang diuji, jadwal sholat harian yang disosialisasikan kepada warga, hingga aksi tegas kepolisian dalam memberantas peredaran minuman keras ilegal.

Pendidikan: Kajian Lima Hari Sekolah untuk SD

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon, Kadini, mengumumkan bahwa pemerintah kota sedang melakukan kajian intensif terkait penerapan lima hari sekolah bagi jenjang Sekolah Dasar (SD). Kebijakan ini dirancang agar selaras dengan sistem lima hari sekolah yang telah diterapkan di tingkat SMP.

“Harapan kami SD bisa menyesuaikan lima hari sekolah, sama seperti SMP. Namun masih dalam tahap godok peraturan,” ujar Kadini pada konferensi pers yang digelar pada 30 Maret 2026. Ia menambahkan bahwa secara regulasi pemerintah pusat memang memperbolehkan lima hari sekolah, namun implementasinya di tingkat SD belum dilaksanakan karena sejumlah kendala sarana dan prasarana.

Menurut Kadini, persiapan utama meliputi perbaikan fasilitas ruang kelas, laboratorium, dan ruang ibadah. Selain itu, kurikulum harus disesuaikan sehingga jam pelajaran yang biasanya ditempuh pada hari Sabtu dapat dialihkan ke hari kerja. Saat ini, kegiatan di hari Sabtu bagi SD mayoritas berupa ekstrakurikuler, sehingga secara teknis penyesuaian jadwal dinilai memungkinkan.

Meski optimis, Kadini menegaskan keputusan akhir belum dapat diambil. “Kami masih menunggu regulasi terbaru dari pusat agar pelaksanaannya punya dasar yang kuat,” katanya. Jika semua persiapan berjalan lancar, kebijakan tersebut diharapkan dapat mulai diterapkan pada tahun ajaran baru mendatang.

Jadwal Sholat Harian untuk Cirebon

DetikJabar melaporkan jadwal sholat untuk warga Cirebon pada Selasa, 31 Maret 2026. Jadwal tersebut dikutip dari Bimas Islam Kemenag RI dan meliputi: Imsak 04:24 WIB, Subuh 04:34 WIB, Terbit 05:45 WIB, Dhuha 06:13 WIB, Zuhur 11:53 WIB, Asar 15:08 WIB, Maghrib 17:54 WIB, dan Isya’ 19:03 WIB. Penetapan waktu sholat yang tepat dianggap penting untuk menjaga ketakwaan umat serta menghindari pelanggaran waktu ibadah.

Penekanan pada ketepatan waktu sholat juga didukung oleh kutipan ayat Al‑Qur’an Surat Al‑Mu’minun ayat 9‑11 yang menekankan pentingnya memelihara salat. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran religius warga, terutama di tengah kesibukan aktivitas belajar mengajar yang kini dipertimbangkan untuk berkurang menjadi lima hari.

Polres Cirebon Kota Gerebek Warung Miras

Polres Cirebon Kota melakukan operasi tegas pada 29 Maret 2026, menargetkan warung di Jalan Permata, Kecamatan Harjamukti, yang diduga menjual minuman beralkohol tanpa izin. Kasat Resnarkoba, AKP Shindi Al‑Afghany, menyatakan bahwa operasi tersebut merupakan lanjutan dari upaya menekan peredaran miras ilegal yang dapat memicu gangguan ketertiban dan kriminalitas.

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita puluhan botol miras, termasuk merek internasional seperti Guinness, serta produk lokal seperti Angker, AO, dan Atlas. Warung tersebut dimiliki seorang warga berinisial D, yang tidak memiliki perizinan resmi untuk menjual alkohol.

Shindi menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib. “Kami akan terus melakukan operasi serupa guna menekan dampak negatif konsumsi miras, terutama yang berpotensi memicu tindakan kekerasan,” ujarnya.

Berbagai pihak, termasuk Kepala SDN Karang Mulya, Uba Syafaruddin, menyoroti pentingnya kesiapan sarana dan prasarana sekolah dalam mendukung kebijakan lima hari sekolah. Ia menambahkan bahwa selain aspek infrastruktur, kurikulum dan jadwal pembelajaran harus disiapkan secara matang agar transisi berjalan mulus.

Secara keseluruhan, dinamika ini mencerminkan upaya sinergis antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan aparat keamanan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Cirebon. Dari pendidikan yang lebih efisien, ibadah yang teratur, hingga penegakan hukum yang tegas, semua mengarah pada tujuan utama: menciptakan kota yang lebih maju, aman, dan berbudaya.

Ke depan, masyarakat Cirebon diharapkan dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan-kebijakan tersebut, asalkan semua pihak terus berkoordinasi dan melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh komitmen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *