Project Seru Penuh Kejutan
Nature  

Gerakan Menanam Pohon oleh Tokoh Agama “Turun Gunung” Pulihkan Hutan di Tanah Batak

March 30, 2026 • 0 Views
Gerakan Menanam Pohon oleh Tokoh Agama “Turun Gunung” Pulihkan Hutan di Tanah Batak
Gerakan Menanam Pohon oleh Tokoh Agama “Turun Gunung” Pulihkan Hutan di Tanah Batak

PSPK – 30 Maret 2026 | Upaya pemulihan hutan di wilayah Tanah Batak semakin intensif melalui serangkaian aksi penanaman pohon yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh agama dan organisasi masyarakat. Inisiatif ini dimulai di perkampungan Pemuda HKBP Jetun, Silangit, dengan kolaborasi antara Eforus HKBP Pdt. Victor Tinambunan, Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira), dan dukungan Partai Gerindra yang diwakili oleh Hashim Djojohadikusumo, Utusan Khusus Presiden RI bidang Energi dan Lingkungan.

Langkah lanjutan dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026, di perbukitan Desa Partukko Naginjang, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Aksi penanaman ini diprakarsai oleh Pastor Walden Sitanggang dari Yayasan KPKC (Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan) serta Ordo Kapusin Provinsi Medan, sekaligus menjadi bagian perayaan Tahun Yubileum Santo Fransiskus Assisi 2026.

  • Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H.
  • Anggota Komisi XIII DPR RI Drs. Rapidin Simbolon, M.M.
  • Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, S.T., M.M.
  • Perwakilan Kejaksaan Negeri Samosir Joannes Krisdianto Marpaung, S.Kom.

Berbagai aktivis lingkungan dan tokoh masyarakat juga hadir, antara lain Dr. Wilmar Eliezer Simanjorang (PPDT), Efendy Naibaho (Ketua Yayasan Pusuk Buhit), Alex A. Simatupang (Direktur Komunitas Peduli Danau Toba), Rudianto Situmorang (Pemerhati Pulau Samosir), Bruder Sumitro Sihombing (Direktur JPIC), serta kepala desa Partukko Naginjang yang pernah meraih penghargaan Desa Wisata Nasional, Sahat Sinaga.

Pastor Guido Situmorang menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam merawat lingkungan, mengingat kerusakan hutan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan ekosistem. Pastor Walden Sitanggang menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemulihan lahan kritis dan komitmen berkelanjutan untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam.

Rapidin Simbolon, mantan Bupati Samosir sekaligus anggota DPR RI, menegaskan bahwa Danau Toba adalah aset strategis nasional dan keterlibatannya dalam penanaman pohon bersifat pribadi, bukan politik. Ia menyumbangkan bantuan sebesar Rp 50 juta untuk mendukung kegiatan tersebut.

Dr. Wilmar Simanjorang mengingatkan fungsi vital hutan sebagai penyangga kehidupan, sehingga langkah preventif diperlukan untuk melindungi generasi mendatang. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, menekankan pentingnya rehabilitasi lahan kritis secara berkelanjutan, khususnya di daerah tangkapan air (DTA) seperti Partukko Naginjang.

Kapolres Samosir, AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, menyatakan dukungan penuh Polri dalam program penghijauan, sekaligus menekankan peran kepolisian dalam mencegah bencana alam dan menjaga kelangsungan hidup masyarakat.

Dalam rangka memperluas dampak, dijadwalkan Soft Launching Gerakan Menanam Sejuta Pohon dan Menebar Sejuta Bibit Ikan di tujuh kabupaten kawasan Danau Toba pada 10 April 2926, yang akan dilaksanakan di Pusuk Buhit. Kawasan hutan lindung Partukko Naginjang yang sebelumnya gundul akan ditanami ratusan pohon, termasuk kemenyan, dan direncanakan menjadi Kebun Raya Partukko Naginjang.

Penanaman pohon ini tidak hanya memperbaiki kondisi ekologi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai keagamaan dan sosial yang menekankan kepedulian terhadap ciptaan Tuhan serta keberlanjutan sumber daya alam bagi generasi mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *