PSPK – 07 Maret 2026 | Badannya Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk Sabtu, 7 Maret 2026, yang memengaruhi sejumlah wilayah di Indonesia, termasuk ibukota, wilayah kepulauan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Sulawesi Utara. Dengan potensi hujan lebat, petir, serta gelombang tinggi, otoritas meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan aktivitas harian.
Jakarta: Hujan Petir Menyebar di Sebagian Wilayah
BMKG memprediksi hujan petir akan turun di sebagian wilayah Jakarta mulai pagi hingga sore. Intensitas hujan diperkirakan sedang hingga lebat, dengan peluang presipitasi mencapai 60‑70 persen di area seperti Kemayoran, Tanah Abang, dan Jakarta Pusat. Suhu diperkirakan berkisar antara 24°C‑31°C, dengan kelembapan relatif tinggi yang memperkuat potensi pembentukan awan cumulonimbus.
Masyarakat disarankan untuk menghindari aktivitas di luar ruangan pada puncak hujan, terutama antara pukul 09.00‑15.00. Jika berada di luar, gunakan payung atau jas hujan, dan hindari berlindung di bawah pohon atau struktur logam yang dapat menarik petir.
NTB: Hujan Intensitas Sedang hingga Lebat dan Gelombang Tinggi
Di Nusa Tenggara Barat, BMKG NTB mengeluarkan peringatan dini terkait hujan intensitas sedang hingga lebat yang akan melanda Pulau Lombok dan Sumbawa. Kondisi ini dipicu oleh kelembapan udara mencapai 80% dan angin barat laut berkecepatan 8 km/jam. Potensi hujan petir di daratan diperkirakan tinggi, dengan peluang presipitasi lebih dari 70% pada pagi hingga malam hari.
Selain itu, laut sekitar NTB diprediksi mengalami gelombang tinggi hingga 3,4 meter, terutama di perairan Selat Lombok, Selat Alas, serta Samudra Hindia Selatan. Nelayan dan pelaku wisata bahari diminta untuk tidak melaut di area berisiko, dan warga pantai diimbau memantau peringatan BMKG secara real‑time melalui aplikasi Info BMKG.
Potensi bahaya tambahan meliputi banjir bandang dan tanah longsor di daerah lereng Gunung Rinjani serta kawasan perbukitan Sumbawa bila hujan berlangsung lama.
Manado: Hujan Petir dengan Kelembapan Tinggi
Di Sulawesi Utara, BMKG mengonfirmasi bahwa Manado akan mengalami hujan petir tidak merata dengan peluang presipitasi mencapai 90% pada siang hari. Kelembapan udara mencapai 90% dan suhu berkisar 23°C‑27°C, terasa lebih panas karena tingkat kelembapan yang tinggi.
Angin berhembus lembut dari barat laut sekitar 3 km/jam, namun dapat meningkat secara mendadak saat badai petir. Indeks UV berada pada level 3 (sedang), sehingga meski hujan dominan, perlindungan kulit tetap disarankan bila matahari muncul sesekali.
Masyarakat disarankan untuk selalu membawa payung atau jas hujan, menghindari genangan air di titik rawan, serta menjauhi tempat terbuka saat terdengar kilat. Listrik harus dimatikan pada saat terjadi petir kuat untuk menghindari kerusakan perangkat elektronik.
Rekomendasi Umum dari BMBMK
- Perlengkapan: Bawa payung, jas hujan, dan hindari penggunaan peralatan listrik saat hujan lebat.
- Transportasi: Pengendara kendaraan bermotor diharapkan menurunkan kecepatan, menjaga jarak aman, dan memperhatikan jalan yang licin.
- Pelayaran: Nelayan serta kapal kecil disarankan tidak berangkat ke laut lepas, terutama di daerah dengan gelombang tinggi.
- Informasi Real‑Time: Gunakan aplikasi Info BMKG atau situs resmi BMKG untuk update per‑kecamatan setiap jam.
BMKG menekankan bahwa kondisi cuaca ini bersifat dinamis dan dapat berubah dengan cepat. Warga diharapkan untuk selalu memperhatikan peringatan terbaru dan menyesuaikan rencana aktivitas.
Dengan mengantisipasi potensi bahaya sejak dini, dampak negatif dari cuaca ekstrem dapat diminimalisir, melindungi keselamatan pribadi dan properti. Tetap waspada, ikuti arahan resmi, dan tetap tenang selama menghadapi cuaca hari ini.










