PSPK – 07 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 di Griya Agung, Palembang. Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.600 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah, dunia usaha, serta kelompok masyarakat peduli api.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa pengendalian karhutla harus dilakukan lebih dini, lebih cepat, lebih terpadu, dan lebih tegas, dengan mengutamakan pencegahan sebelum api meluas.
APP Group bersama mitra pemasoknya di Sumatera Selatan turut berpartisipasi aktif dalam apel kesiapsiagaan ini. Direktur APP Group, Suhendra Wiriadinata, mengatakan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan Integrated Fire Management (IFM) yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respon cepat.
Upaya pencegahan di wilayah operasional mitra APP Group di Sumatera Selatan dilakukan melalui program Desa Makmur Peduli Alam (DMPA) yang telah berjalan di 31 desa. Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat melalui kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berjumlah 633 orang.
Sistem deteksi dini juga diperkuat melalui 40 menara api, 81 menara mini portable, 87 pos pantau, serta dukungan drone dan CCTV. Seluruh pemantauan terintegrasi dalam 31 situation room yang beroperasi 24 jam dan terhubung secara real-time berbasis data satelit.
Dengan kesiapan sumber daya yang terintegrasi serta kolaborasi lintas sektor, diharapkan potensi karhutla dapat diantisipasi sejak dini, terutama di tengah ancaman El Niño yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran pada tahun ini.
Kolaborasi dan deteksi dini merupakan kunci untuk menghadapi musim karhutla 2026. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kita dapat mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan secara efektif.










