PSPK – 02 April 2026 | Virus covid-19 terus berevolusi melalui mutasi yang membantu kelangsungan hidupnya. Setelah periode relatif stabil, varian BA.3.2 yang dikenal dengan sebutan “Cicada” kembali terdeteksi dan menarik perhatian dunia kesehatan.
Mengapa Dijuluki “Cicada”?
Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada akhir 2024. Pola kemunculannya yang muncul, menghilang, lalu kembali menyerupai siklus hidup serangga cicada, sehingga nama tersebut dipilih. Saat ini varian tersebut menyumbang sekitar 30% kasus di beberapa negara Eropa, meski belum menjadi dominan di Amerika Serikat.
Karakteristik Mutasi
Peneliti mencatat bahwa varian Cicada mengandung sekitar 70 hingga 75 mutasi baru pada protein spike, yang lebih banyak dibandingkan varian yang beredar sejak 2023. Meskipun memiliki banyak mutasi, varian ini tetap berada dalam kelompok Omicron yang pertama kali muncul pada 2021, sehingga masih memiliki kemiripan struktural dengan varian-varian terbaru.
Efektivitas Vaksin
Karena masih termasuk dalam keluarga Omicron, vaksin yang telah diperbarui—terutama yang menargetkan subvarian seperti JN.1—masih memberikan perlindungan, meski tingkatnya tidak sekuat sebelumnya. Ahli kesehatan menyatakan bahwa perlindungan terhadap penyakit berat tetap ada, namun kemampuan varian ini untuk menghindari sebagian respons imun telah tercatat dalam studi laboratorium.
Penurunan tingkat vaksinasi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan sistem kekebalan lemah, menambah kekhawatiran. Data CDC menunjukkan peningkatan rawat inap pada akhir Desember hingga awal Januari, terutama pada usia 75 tahun ke atas.
Gejala yang Dapat Ditemui
- Sakit tenggorokan
- Demam atau menggigil
- Sakit kepala
- Batuk
- Nyeri otot
- Hidung berair
Gejala tersebut serupa dengan flu biasa, sehingga konfirmasi infeksi tetap memerlukan tes covid yang akurat. Biasanya gejala berlangsung antara beberapa hari hingga satu minggu.
Apakah Varian Ini Lebih Berbahaya?
Hingga kini belum ada bukti kuat bahwa varian Cicada menyebabkan penyakit yang lebih parah dibandingkan varian sebelumnya. Peneliti masih mengumpulkan data untuk menilai potensi dominasi di masa depan serta kemampuan varian ini dalam menghindari sistem imun.
Secara keseluruhan, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga protokol kesehatan, memperbarui status vaksinasi, dan melakukan tes apabila mengalami gejala yang mencurigakan.












