PSPK – 12 April 2026 | Gaya hidup sehat kini menjadi pilihan utama banyak pekerja di kota besar. Berbagai tantangan diet viral dan tantangan kebugaran (workout challenge) ramai diikuti melalui media sosial. Namun, popularitas ini diiringi dengan ancaman infodemic, yaitu penyebaran informasi kesehatan yang berlebihan dan tidak selalu akurat.
Infodemic dapat menjerumuskan orang pada tren kesehatan instan yang tidak berkelanjutan. World Health Organization telah menekankan pentingnya memilah informasi yang berbasis bukti ilmiah. Di tengah situasi tersebut, Allianz Indonesia meluncurkan inisiatif kesejahteraan pada momentum World Health Day dengan tema “Together for Health, Stand with Science”. Program ini bertujuan mendorong pola hidup sehat yang realistis dan berlandaskan ilmu pengetahuan.
Nina Hatumena, Chief People & Culture Allianz Life Indonesia, mengingatkan bahwa banyak pekerja masih menempatkan kesehatan sebagai prioritas terakhir. Ia menegaskan, “Kami ingin menggeser cara pandang bahwa hidup sehat bukan menunggu waktu luang, tetapi dibangun dari kebiasaan kecil setiap hari. Ini adalah investasi jangka panjang.”
Melanie Putria, seorang penggiat kebugaran, menyoroti kesalahpahaman umum bahwa aktivitas harian seperti berjalan atau mengurus rumah sudah cukup. Menurutnya, aktivitas tersebut termasuk Non‑Exercise Physical Activity (NEPA) yang tidak dapat menggantikan olahraga terstruktur. Ia menekankan empat pilar utama hidup sehat: olahraga, nutrisi, istirahat dan pemulihan, serta manajemen stres.
Rinta Agustiani Dwiputra, ahli gizi, menambahkan bahwa tantangan terbesar bukan kurangnya informasi, melainkan salah mengartikan informasi tersebut. Ia menyebutkan beberapa tren diet yang sering disalahpahami:
- Very low‑calorie diet: menurunkan berat badan cepat namun berisiko mengurangi massa otot dan memperlambat metabolisme.
- Keto diet: efektif pada kondisi tertentu, namun dapat menimbulkan risiko bila lemak jenuh dikonsumsi berlebihan tanpa pengawasan.
- Intermittent fasting: relatif aman bila asupan nutrisi tetap seimbang.
- Juice fasting: perlu dilakukan dengan durasi dan komposisi yang tepat agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Rinta menekankan pentingnya pendekatan sederhana yang konsisten. Kebiasaan sehat yang direkomendasikannya meliputi:
- Pola makan seimbang dengan gizi lengkap.
- Olahraga rutin, termasuk latihan kardiovaskular dan beban.
- Tidur berkualitas dan cukup.
- Micro‑break setiap 90 menit kerja.
- Power nap 15‑20 menit untuk memulihkan energi.
Selain itu, pencegahan berbasis sains seperti imunisasi tetap menjadi fondasi penting. Data WHO menunjukkan imunisasi telah menyelamatkan sekitar 154 juta nyawa dalam lima dekade terakhir, menegaskan bahwa bukti ilmiah harus menjadi acuan utama dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi pekerja usia produktif.
Kesimpulannya, meski tren hidup sehat terus berkembang, keberhasilan tetap bergantung pada kebiasaan yang konsisten, realistis, dan didukung oleh bukti ilmiah. Pekerja urban perlu selektif dalam menyerap informasi, mengedepankan pola hidup yang berkelanjutan, dan tidak terjebak dalam solusi cepat yang belum terbukti.












