PSPK – 20 April 2026 | Kedatangan bayi baru memang membawa kebahagiaan, namun bagi kakak yang masih balita perubahan ini dapat menimbulkan rasa cemburu atau regresi perilaku. Anak yang sebelumnya mandiri bisa menjadi lebih sensitif, mencari perhatian berlebih, bahkan kembali berperilaku seperti bayi.
Tanda-tanda cemburu pada balita
- Ingin selalu berada di samping orang tua saat menyusui atau mengganti popok bayi.
- Merebut mainan atau barang milik bayi.
- Menarik lengan atau bahkan memukul bayi.
- Menyatakan tidak suka atau berharap bayi pergi.
Langkah empatik untuk meredakan sibling rivalry
Alih‑alih memarahi, orang tua sebaiknya mengakui perasaan anak dengan kalimat yang menenangkan, misalnya: “Aku mengerti kamu merasa kurang diperhatikan karena sekarang Mama banyak mengurus bayi. Kamu masih penting bagi kami.” Pengakuan ini membantu anak merasa dipahami.
Menetapkan batasan aman
Berikan instruksi jelas mengenai cara memperlakukan bayi dengan lembut. Contoh kalimat: “Tolong sentuh bayi dengan perlahan, jangan tarik lengannya karena bisa menyakiti. Jika ingin memegang sesuatu, gunakan mainanmu sendiri.” Demonstrasikan secara langsung cara menyentuh bayi, misalnya menyentuh jari kaki yang tidak berisiko.
Gunakan penghalang fisik seperti pagar bayi atau letakkan bayi di tempat yang tidak dapat dijangkau balita ketika tidak ada pengawasan. Pengawasan ketat tetap diperlukan karena balita belum memiliki kontrol impuls yang kuat.
Strategi pengalihan perhatian
- Luangkan waktu khusus untuk kakak, misalnya bermain satu‑on‑one setelah bayi tertidur.
- Libatkan kakak dalam merawat bayi, seperti membantu menyiapkan popok atau memberi tepukan lembut.
- Berikan pujian ketika kakak memperlihatkan perilaku positif terhadap bayi.
Dengan kombinasi empati, batasan yang tegas, dan perhatian eksklusif, proses adaptasi antara kakak dan adik baru dapat berjalan lebih lancar tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.












