PSPK – 19 April 2026 | Seringkali orang tua merasa harus berjalan hati-hati di sekitar anggota keluarga, seakan setiap langkah dapat memicu reaksi tak terduga. Kondisi ini dikenal sebagai eggshell parenting, sebuah pola asuh yang menimbulkan rasa cemas karena ketidakpastian respons orang tua.
Apa itu Eggshell Parenting?
Pola asuh ini menggambarkan situasi dimana anak harus “berjalan di atas cangkang telur” ketika berinteraksi dengan orang tua atau pengasuh. Perilaku orang tua yang berubah-ubah, kurang mengakui emosi anak, serta kecenderungan mengisolasi atau mempermalukan, membuat anak sulit menebak respons yang akan diterima.
Ciri-ciri utama
- Sikap orang tua yang tidak konsisten dan mudah berubah.
- Sering berteriak atau melampiaskan emosi secara tiba-tiba.
- Kurangnya pengakuan terhadap perasaan anak.
- Kecenderungan mengisolasi atau mempermalukan anak.
Risiko bagi anak
Langkah mengubah pola asuh
- Kenali tanda-tanda ketidakkonsistenan dalam respons emosional.
- Berlatih komunikasi terbuka dan validasi perasaan anak.
- Jaga kestabilan suasana hati, hindari meluapkan kemarahan secara mendadak.
- Berikan contoh pengelolaan emosi yang sehat melalui tindakan.
- Jika diperlukan, konsultasikan dengan profesional psikologi atau konselor keluarga.
Dengan memahami dan mengubah pola asuh ini, orang tua dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung pertumbuhan emosional anak.












