PSPK – 04 April 2026 | Sardar Azmoun, penyerang berbakat yang kini menjadi bintang utama Tim Nasional Iran, kembali menjadi sorotan menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Dengan reputasinya sebagai “penyerang emas” liga domestik dan pengalaman bermain di liga-liga top Eropa, Azmoun diharapkan menjadi motor penggerak serangan Iran di grup G yang berisi Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.
Persiapan tim berlangsung dalam suasana yang tidak menentu. Konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menambah ketidakpastian mengenai kelancaran perjalanan tim ke Amerika Serikat pada bulan Juni. Namun, pertemuan antara delegasi Iran dan Presiden FIFA Gianni Infantino pada awal April menghasilkan dukungan penting yang memungkinkan tim melanjutkan rencana logistik, termasuk kedatangan di Kino Sports Complex, Tucson, Arizona, paling lambat 10 Juni.
Latihan Intensif dan Pertandingan Persiapan
Setelah pertemuan tersebut, Azmoun bersama rekan-rekannya menggelar serangkaian laga persahabatan di Antalya, Turki. Pertandingan-pertandingan ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang mengasah taktik, melainkan juga sebagai sarana mengembalikan kepercayaan diri setelah lama tidak bertanding secara kompetitif akibat penangguhan liga domestik Persia Gulf Pro League yang terhenti karena konflik regional.
Pelatih kepala tim, Carlos Queiroz, menekankan pentingnya sinergi antara lini depan yang dipimpin Azmoun dengan lini tengah yang berperan mengatur tempo. “Azmoun memiliki insting mencetak gol yang luar biasa. Kami ingin memaksimalkan pergerakannya, terutama dalam situasi satu‑law‑one dan serangan balik cepat,” ujar Queiroz dalam konferensi pers di Antalya.
Jadwal Grup G dan Tantangan Besar
- 15 Juni: Iran vs Selandia Baru – Los Angeles Rams Stadium, Inglewood
- 20 Juni: Iran vs Belgia – Los Angeles Rams Stadium, Inglewood
- 26 Juni: Iran vs Mesir – Stadion Seattle, Washington
Belgia dipandang sebagai favorit kuat grup, sementara Selandia Baru menjadi underdog yang tak boleh diremehkan. Mesir, dengan sejarah kuat di kompetisi internasional, menambah tingkat persaingan. Azmoun diprediksi akan menjadi faktor penentu dalam mengatasi pertahanan lawan yang disiplin.
Tekanan dari Dalam dan Luar Negeri
Di luar lapangan, tekanan juga datang dari dunia sepak bola wanita Iran. Pemain-pemain wanita melaporkan “tekanan besar” dalam persiapan Asian Cup, mencerminkan tantangan gender yang masih menggelayuti sepak bola di negara tersebut. Meskipun demikian, keberhasilan tim pria di panggung global dapat memberikan inspirasi bagi rekan-rekan mereka.
Selain itu, para penggemar menuntut Azmoun untuk mengembalikan kejayaan Timnas Iran seperti era 1998 ketika Iran pertama kali melaju ke putaran final Piala Dunia. Harapan tinggi ini menambah beban mental bagi sang penyerang, yang harus menyeimbangkan antara ekspektasi publik dan kondisi tim yang belum optimal secara kompetitif.
Strategi dan Prospek
Strategi yang diusung Queiroz menitikberatkan pada permainan cepat, memanfaatkan kecepatan Azmoun serta kemampuan pemain sayap seperti Alireza Jahanbakhsh. Formasi 4‑2‑3‑1 diprediksi akan menjadi andalan, dengan Azmoun menempati posisi utama di depan.
Jika Azmoun dapat menemukan jaringan gol yang konsisten, Iran memiliki peluang realistis untuk melaju ke babak 16 besar, sebuah pencapaian yang belum diraih sejak 2018. Namun, hal itu sangat bergantung pada kemampuan tim mengatasi tekanan eksternal dan menjaga konsentrasi selama turnamen.
Secara keseluruhan, perjalanan Iran ke Piala Dunia 2026 menjadi kisah tentang ketahanan, harapan, dan peran krusial Sardar Azmoun sebagai pemimpin serangan. Dengan dukungan FIFA, persiapan intensif, dan tekad kuat, Timnas Iran berusaha menorehkan sejarah baru meski berada di tengah gejolak politik dan sosial.












