PSPK – 24 April 2026 | Pada tanggal 22 April 2026, Estádio do Dragão menjadi saksi pertarungan sengit antara FC Porto dan Sporting CP dalam semifinal Taça de Portugal. Kedua tim berjuang keras selama 90 menit, namun hasil akhir tetap imbang 0‑0. Meski tidak ada gol tercipta, Sporting berhasil mengamankan tiket final berkat kemenangan 1‑0 di leg pertama di Alvalade.
Jalur menuju final
Sebelum laga kedua dimulai, delegasi Sporting memilih rute masuk yang tidak melewati ruang pameran trofi internasional Porto. Keputusan ini menambah ketegangan pra‑pertandingan, mengingat rivalitas historis antara kedua klub. Kick‑off dijadwalkan pukul 20.45 WIB, dan suasana di Dragão langsung terasa panas.
Rincian pertandingan
Pertandingan dimulai dengan inisiatif agresif dari pihak tuan rumah. William Gomes menjadi pemain kunci di sisi kanan, mengancam pertahanan Sporting dengan beberapa umpan berbahaya. Pada menit ke‑5, Gonçalo Inácio melakukan tekel keras terhadap William Gomes, yang menyebabkan cedera pada Inácio. Pemain muda Zeno Debast menggantikan Inácio pada menit ke‑10.
Kedua tim saling menukar serangan, namun pertahanan tetap solid. Pada menit ke‑23, Deniz Gül mencoba menembak dari zona depan namun bola melambung terlalu tinggi. Sekitar menit ke‑26, Geny Catamo mengirimkan umpan silang ke arah Geovany Quenda, namun striker Sporting tidak dapat menyelesaikannya.
Menjelang jeda, peluang terbesar tercipta pada menit ke‑43 ketika Gabri Veiga menembak dari luar kotak penalti. Zeno Debast melakukan tekel spektakuler, menahan bola di tanah dan menghalangi gol. Detik‑detik sebelum akhir babak pertama, Pablo Rosario menendang keras dari dalam area, namun bola meleset melewati mistar.
Di babak kedua, keduanya melanjutkan tekanan. Morten Hjulmand (kapten Porto) harus diganti karena cedera pada menit ke‑50, digantikan oleh Daniel Bragança. Sporting menurunkan Rodrigo Mora, Pepê, dan Terem Moffi untuk menambah kreativitas di lini serang, sementara Porto memperkenalkan Victor Froholdt dan Eduardo Quaresma.
Menjelang menit ke‑79, Sporting melakukan tiga pergantian sekaligus: Pedro Gonçalves, Ricardo Mangas, dan Luís Guilherme masuk menggantikan Geovany Quenda, Francisco Trincão, serta Maxi Araújo. Pergantian ini memberi napas baru pada lini tengah Sporting yang sudah mulai lelah.
Insiden penting terjadi pada menit ke‑82, ketika Alan Varela melakukan tekel keras terhadap Luis Suárez, yang kemudian menerima kartu merah langsung setelah intervensi VAR. Suasana menjadi lebih tegang, namun kiper Porto, Diogo Costa, terus melakukan penyelamatan krusial, termasuk menepis bola dari kepala Terem Moffi pada menit ke‑84.
Kutipan pelatih
Usai pertandingan, pelatih Porto, Francesco Farioli, mengakui bahwa timnya mendominasi sebagian besar waktu, namun gagal memanfaatkan peluang. “Kami mendominasi, tetapi tidak cukup. Kami harus memperbaiki akhir pertandingan,” ujarnya. Sebaliknya, pelatih Sporting, Rui Jorge, menekankan pentingnya konsistensi: “Kami lebih baik di babak pertama, tetapi kehilangan energi di babak kedua. Namun kami berhasil menjaga keunggulan dari leg pertama.”
Statistik kunci
- Penguasaan bola: Porto 53% – Sporting 47%
- Tembakan ke arah gawang: Porto 6 – Sporting 5
- Kartu kuning: Morten Hjulmand (Porto), Rui Silva (Sporting)
- Kartu merah: Alan Varela (Porto)
Dengan hasil imbang ini, Sporting melaju ke final yang akan digelar pada 24 Mei 2026 di Stadion Jamor, menanti lawan yang masih belum pasti antara AD Fafe atau SCU Torreense. Bagi Porto, kegagalan ini berarti harus mengalihkan fokus kembali ke kompetisi liga, sementara Sporting menatap peluang meraih trofi pertama mereka dalam dua musim terakhir.
Keberhasilan Sporting menahan serangan Porto dan mengamankan tiket final menegaskan kualitas taktis tim Leonino. Pertandingan yang penuh drama ini menjadi contoh betapa pentingnya disiplin defensif dan kemampuan memanfaatkan peluang dalam kompetisi knock‑out.












