PSPK – 20 April 2026 | Berbagai survei menunjukkan bahwa perempuan sering mengalami kesulitan tidur dibandingkan pria. Perempuan susah tidur karena dipengaruhi oleh faktor biologis, emosional, dan sosial yang unik.
Faktor Hormonal
Siklus hormonal pada perempuan lebih dinamis. Estrogen dan progesteron berfluktuasi sepanjang bulan, memengaruhi kualitas dan kedalaman tidur. Penurunan progesteron menjelang menstruasi dapat membuat tidur menjadi tidak nyenyak, sementara penurunan estrogen pada masa perimenopause dapat mengganggu pola tidur secara signifikan.
Kecemasan dan Depresi
Kesehatan mental perempuan cenderung lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi. Kondisi ini memperburuk kualitas tidur; kurang tidur kembali meningkatkan tingkat kecemasan, menciptakan lingkaran yang sulit diputus.
Peran Pengasuh (Caregiving Mode)
Banyak perempuan memegang peran utama sebagai pengasuh dalam keluarga. Beban mental yang terus-menerus, seperti mengawasi bayi atau merencanakan aktivitas keluarga, membuat otak tetap dalam kondisi semi‑siaga sehingga tidur menjadi lebih ringan dan mudah terbangun.
Untuk mengatasi masalah ini, perempuan dapat mencoba beberapa strategi sederhana:












