PSPK – 05 April 2026 | Medan, 4 April 2026 – Universitas Satya Terra Bhinneka menjadi tuan rumah pelatihan bertajuk “Publikasi Ilmiah di Jurnal Internasional Skala Menengah dan Tinggi” yang diselenggarakan bekerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Acara ini bertujuan meningkatkan kualitas riset serta kemampuan dosen dalam menembus jurnal internasional bereputasi.
Pelatihan dibuka oleh anggota DPR RI, dr. Sofyan Tan, yang menekankan pentingnya dukungan BRIN bagi dosen untuk menghasilkan karya ilmiah berstandar global. Ia menegaskan, “Tujuan kami bukan hanya mengharapkan publikasi di indeks nasional seperti SINTA, melainkan agar akademisi memahami kebutuhan dan standar publikasi internasional serta dapat berkontribusi pada komunitas ilmiah dunia.”
Beberapa poin utama yang disampaikan selama pelatihan meliputi:
- Kemampuan berbahasa Inggris menjadi prasyarat utama untuk menembus jurnal internasional.
- Penguasaan database terkemuka seperti Scopus dan Web of Science diperlukan untuk meningkatkan visibilitas penelitian.
- Pentingnya membentuk kelompok riset yang melibatkan dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas ilmiah.
- Strategi menulis artikel yang sesuai dengan pedoman jurnal bereputasi, termasuk pemilihan bahasa resmi PBB (Inggris, Arab, Prancis, Spanyol, Rusia, Mandarin).
Universitas Satya Terra Bhinneka juga mengumumkan skema insentif bagi dosen yang berhasil mempublikasikan artikel di jurnal internasional bereputasi. Selain itu, universitas membuka peluang kolaborasi dengan BRIN untuk memperoleh pendanaan riset yang lebih luas, khususnya dalam bidang pangan yang menjadi fokus unggulan kampus.
Sofyan Tan menargetkan dosen muda, khususnya yang berusia di bawah 40 tahun, untuk aktif meneliti dan menulis. Ia menambahkan, “Jangan kejar uang, biarkan uang yang mengejar Anda. Ketika seseorang memiliki keahlian dan prestasi, peluang akan datang dengan sendirinya.”
Penekanan pada relevansi riset lokal, terutama terkait potensi pertanian Sumatera Utara, juga disampaikan. Diharapkan hasil riset dapat mengurangi ketergantungan pada impor pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ekosistem riset Indonesia semakin kuat, dosen lebih kompetitif di panggung internasional, dan publikasi ilmiah Indonesia semakin banyak muncul di jurnal bereputasi.












