PSPK – 01 April 2026 | Albert Korir, pelari asal Kenya yang pernah mengangkat piala juara New York Marathon pada tahun 2021, kini harus menahan diri dari kompetisi lari selama lima tahun. Keputusan larangan tersebut dikeluarkan oleh Unit Integritas Atletik (AIU) setelah Korir mengaku melakukan pelanggaran anti-doping.
Korir, yang berusia 31 tahun, dinyatakan positif menggunakan CERA, sebuah zat berbasis eritropoietin (EPO) yang dilarang, pada tiga tes anti-doping yang dilakukan di luar kompetisi pada bulan Oktober tahun lalu di Kenya. Setelah pengakuan dan penerimaan hukuman lebih awal, AIU menyesuaikan sanksi yang awalnya ditetapkan empat tahun menjadi enam tahun, kemudian mengurangi satu tahun karena faktor pengakuan.
Berikut rangkaian keputusan terkait sanksi Korir:
- Awal: hukuman empat tahun karena pelanggaran anti-doping.
- Peningkatan: menjadi enam tahun karena adanya faktor pemberat.
- Pengurangan: satu tahun dikurangi karena Korir mengakui kesalahan dan menerima hukuman secara sukarela.
Dengan penyesuaian tersebut, larangan resmi berlaku selama lima tahun, dimulai dari tanggal keputusan dan berakhir pada 7 Januari 2031. Selama periode ini, Korir tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi atletik resmi yang diatur oleh AIU.
Walaupun dilarang berkompetisi, Korir tetap mempertahankan gelar juara New York Marathon 2021. Namun, gelar runner‑up yang diraihnya pada tahun 2019 dan 2023 akan dicabut, termasuk gelar ketiga yang ia peroleh pada perlombaan November lalu.
Kasus ini menambah deretan insiden doping di dunia maraton, terutama yang melibatkan atlet Kenya. Pada September tahun sebelumnya, pelari wanita Kenya, Ruth Chepngetich, pemegang rekor dunia maraton, juga dikenai sanksi tiga tahun karena pelanggaran serupa. AIU menyatakan bahwa situasi telah menunjukkan perbaikan setelah serangkaian kasus tersebut.
Doping terus menjadi tantangan besar bagi integritas olahraga lari jarak jauh. Pihak berwenang menegaskan pentingnya pengawasan yang ketat dan penegakan hukuman yang tegas untuk menjaga keadilan kompetisi dan kesehatan atlet.












