Project Seru Penuh Kejutan

Jepang Tingkatkan Intervensi Valas Saat Volatilitas Naik, Siap Bertindak

April 4, 2026 • 0 Views

PSPK – 04 April 2026 | Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, memperingatkan pada Jumat bahwa pemerintah bersiap melakukan intervensi bila pergerakan spekulatif di pasar valuta asing semakin intensif. Ia menekankan bahwa volatilitas nilai tukar telah meningkat secara signifikan, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Yen berada di sekitar level psikologis 160 per dolar, sebuah zona yang sebelumnya sering menjadi titik tolak intervensi. Penurunan nilai yen sekitar 2,3 % sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memicu permintaan dolar sebagai aset aman, sementara pasar energi menambah tekanan pada mata uang Jepang.

  • Katayama menegaskan kesiapan pemerintah untuk bertindak melalui kebijakan fiskal dan moneter bila volatilitas terus memburuk.
  • Diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, sebelumnya memberi peringatan paling keras tentang kemungkinan intervensi pada hari Senin.
  • Para analis memperkirakan intervensi dapat terjadi jika yen melemah melewati 161‑162 per dolar, level yang terakhir dipertahankan pada Juli 2024.
  • Kebijakan Bank Sentral Jepang (BOJ) yang dijadwalkan pada 27‑28 April menjadi faktor penentu; kenaikan suku bunga atau pemulihan yen dapat menunda langkah intervensi.

Para pedagang mencatat bahwa keputusan akhir intervensi berada pada tangan otoritas terkait, termasuk Mimura. Mereka juga menilai bahwa aksi intervensi dapat dipengaruhi oleh kebijakan Federal Reserve Amerika Serikat.

Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, dalam sidang parlemen pada 30 Maret menegaskan bahwa kebijakan moneter tidak secara langsung didasarkan pada nilai tukar, meski ia mengakui dampak signifikan pergerakan yen terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Pernyataan tersebut dipandang sebagai persiapan untuk kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan April.

Selain pasar valuta asing, otoritas Jepang juga memantau pasar obligasi pemerintah, di mana imbal hasil JGB 10‑tahun mencapai level tertinggi dalam hampir tiga dekade. Katayama menambahkan bahwa pemerintah siap menanggapi volatilitas obligasi melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Dengan gejolak geopolitik yang masih berlangsung dan permintaan dolar yang kuat, pasar tetap waspada terhadap langkah selanjutnya. Jika yen terus melemah di bawah level kritis, kemungkinan intervensi akan meningkat, sementara kebijakan BOJ dan perkembangan di pasar obligasi akan menjadi indikator utama bagi otoritas Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *