Project Seru Penuh Kejutan

“Ini Murni Kesalahan Teknis,” Kata Kepala SPPG di Manggarai Soal Buah Busuk dalam Menu MBG yang Didistribusikan ke SD Katolik

April 23, 2026 • 0 Views
“Ini Murni Kesalahan Teknis,” Kata Kepala SPPG di Manggarai Soal Buah Busuk dalam Menu MBG yang Didistribusikan ke SD Katolik
“Ini Murni Kesalahan Teknis,” Kata Kepala SPPG di Manggarai Soal Buah Busuk dalam Menu MBG yang Didistribusikan ke SD Katolik

PSPK – 23 April 2026 | Seorang kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Manggarai menegaskan bahwa temuan buah busuk dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima oleh SD Katolik St. Yohanes Don Bosko Ruteng II merupakan akibat kesalahan teknis, bukan tindakan disengaja.

Pernyataan Resmi Kepala SPPG

Pau II, Sefin Sisila, mengeluarkan pernyataan pada 17 April setelah video guru mengunggah bukti adanya salak dan apel yang tidak layak konsumsi. Ia menjelaskan bahwa buah yang tampak baik pada saat penerimaan sebenarnya dapat mengalami oksidasi cepat karena kulitnya yang keras serta penggunaan plastik klip dalam pengemasan yang menahan panas dan kelembaban.

Sefin menambahkan bahwa tim dapur telah menyortir buah dua kali—pada saat penerimaan dan pada proses pembersihan malam hari—namun beberapa buah tetap terlewat karena kerusakan internal tidak terlihat dari luar.

Reaksi Guru dan Warga Net

Guru SD Katolik, Emiliana Helni, memposting video berdurasi dua menit delapan belas detik pada 16 April, memperlihatkan salak busuk di hampir semua kelas. Ia menyatakan bahwa video dibuat untuk menghindari tuduhan hoaks dan menyoroti bahwa kejadian serupa pernah terjadi pada 13 April dengan apel busuk.

Video tersebut memperoleh ratusan komentar, di mana sejumlah warganet menilai program MBG kurang memenuhi standar gizi dan mengusulkan agar makanan dikelola oleh orang tua atau diganti dengan buah yang lebih mudah dicek kualitasnya.

Evaluasi Internal dan Tindakan Perbaikan

Setelah insiden, Kepala SPPG menyampaikan permintaan maaf langsung kepada pihak sekolah. Koordinator SPPG Kabupaten Manggarai, Ansgariana Yetri Indriyat, menyarankan agar jenis buah yang dipilih di masa depan beralih ke semangka atau buah naga, yang lebih mudah dievaluasi setelah dipotong.

Ansgariana menegaskan bahwa sebelum distribusi, buah salak sudah disortir tiga kali, namun sifat kulit kerasnya menyulitkan deteksi kerusakan internal. Ia menekankan pentingnya peningkatan ketelitian dalam proses pemilihan dan penyortiran buah.

Tim SPPG juga berjanji untuk memperketat prosedur pengecekan suhu dan kelembaban pada kemasan serta melakukan pelatihan ulang bagi petugas dapur.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *