PSPK – 06 April 2026 | Bandung – Harga biji plastik impor di kota Bandung mengalami lonjakan tajam hingga 100 persen, dipicu oleh ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat. Kenaikan ini menambah beban biaya operasional bagi pelaku industri manufaktur lokal.
Di kawasan industri Cibuntu, harga biji plastik yang semula berkisar Rp30.000 per kilogram kini melambung menjadi Rp60.000 per kilogram. Dampaknya terasa signifikan pada biaya produksi; dalam satu minggu, total biaya operasional pabrik meningkat dari sekitar Rp40 juta menjadi Rp80 juta.
| Item | Harga Sebelum | Harga Sekarang |
|---|---|---|
| Biji Plastik (per kg) | Rp30.000 | Rp60.000 |
| Biaya Operasional Pabrik (per minggu) | Rp40 juta | Rp80 juta |
Pengusaha manufaktur terpaksa menyesuaikan harga jual produk akhir untuk menutupi kenaikan biaya produksi. Meskipun konsumen mengekspresikan keluhan atas kenaikan harga barang, para pelaku industri menekankan bahwa langkah ini merupakan upaya bertahan dalam kondisi pasar yang tidak stabil.
Berbagai pihak mengharapkan pemerintah segera mengambil kebijakan yang dapat menstabilkan harga bahan baku, baik melalui penurunan bea masuk, subsidi sementara, atau koordinasi dengan pemasok internasional. Tanpa intervensi yang tepat, tekanan biaya dapat berlanjut, mengganggu rantai pasok dan memperlambat pertumbuhan sektor manufaktur di wilayah Jawa Barat.












