PSPK – 02 April 2026 | Setelah perayaan Lebaran, banyak orang kembali mengonsumsi makanan berlemak, garam, dan gula tinggi yang dapat memicu sejumlah masalah kesehatan. Menurut data klaim kesehatan yang dirilis Allianz Indonesia untuk periode pasca‑Lebaran 2025 hingga tiga bulan berikutnya, terdapat tiga penyakit utama yang paling sering muncul.
| Penyakit | Jumlah Klaim |
|---|---|
| Hipertensi (tekanan darah tinggi) | 718 |
| Sembelit | 284 |
| Gastritis atau maag | 141 |
Selain tiga penyakit di atas, klaim untuk kondisi lain seperti diare, kolesterol tinggi, asam urat, dan hiperglikemia (gula darah tinggi) juga tercatat meski dengan jumlah yang lebih kecil.
Dr. Argie, kepala bagian Claim Cashless di Allianz Life Indonesia, menjelaskan bahwa pola klaim ini mencerminkan respons tubuh terhadap perubahan pola konsumsi yang tiba‑tiba setelah Ramadan. Selama puasa, pola makan cenderung lebih terkontrol, namun setelah Lebaran banyak orang kembali mengonsumsi makanan berlemak seperti santan, gorengan, serta makanan manis dan asin secara berlebihan.
Berikut beberapa faktor utama yang menyebabkan meningkatnya risiko kesehatan pasca‑Lebaran:
- Asupan garam dan natrium tinggi – dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu hipertensi.
- Lemak jenuh berlebih – terutama dari santan dan makanan goreng, berkontribusi pada kenaikan kolesterol serta beban pada sistem kardiovaskular.
- Konsumsi gula berlebih – meningkatkan risiko hiperglikemia dan memperparah kondisi diabetes.
- Pola makan tidak teratur – menyebabkan gangguan pencernaan seperti gastritis, diare, dan sembelit.
- Kurangnya aktivitas fisik – memperlambat metabolisme dan memperburuk faktor risiko penyakit kronis.
Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya penyakit-penyakit tersebut, beberapa langkah sederhana dapat diambil:
- Mengontrol porsi makanan berlemak, garam, dan gula. Pilih alternatif rendah lemak seperti sayur‑sayuran, buah segar, dan protein tanpa lemak.
- Menjaga hidrasi yang cukup dengan mengonsumsi air putih, hindari minuman manis berlebihan.
- Melakukan aktivitas fisik ringan secara rutin, misalnya berjalan kaki atau bersepeda selama 30 menit sehari.
- Mengonsumsi serat yang cukup, misalnya dari buah, sayur, dan biji‑bijian, untuk membantu pencernaan dan mencegah sembelit.
- Jika memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, atau asam urat, konsultasikan dengan tenaga medis untuk penyesuaian pola makan dan pengobatan.
Dengan memperhatikan pola makan dan gaya hidup pasca‑Lebaran, risiko munculnya hipertensi, gastritis, serta gangguan pencernaan dapat diminimalkan, menjaga kesehatan tubuh tetap optimal selama tahun baru.












