Project Seru Penuh Kejutan

Guru Perempuan sebagai Urat Nadi Pembentukan Karakter di Tengah Deteksi Depresi pada 300.000 Pelajar

April 17, 2026 • 0 Views
Guru Perempuan sebagai Urat Nadi Pembentukan Karakter di Tengah Deteksi Depresi pada 300.000 Pelajar
Guru Perempuan sebagai Urat Nadi Pembentukan Karakter di Tengah Deteksi Depresi pada 300.000 Pelajar

PSPK – 17 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Pada Seminar Nasional Perempuan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang digelar di Hotel Golden Boutique Kemayoran, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan peran krusial guru perempuan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Dalam sambutannya, Lestari Moerdijat menyoroti bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusianya. Ia menekankan bahwa guru perempuan, dengan sifat alami yang penuh belas kasih, menjadi faktor utama dalam menumbuhkan nilai-nilai moral dan mental yang kuat pada anak-anak.

Data awal tahun 2026 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap bahwa sekitar 5 % anak dan remaja di Indonesia mengalami gejala gangguan jiwa. Lebih signifikan, lebih dari tiga ratus ribu pelajar terdeteksi mengalami depresi, menandakan perlunya intervensi segera dalam bidang pendidikan dan kesehatan mental.

  • 5 % anak dan remaja menunjukkan gejala gangguan jiwa.
  • >300.000 pelajar terdeteksi mengalami depresi.
  • Perubahan nilai dan disrupsi di berbagai sektor menambah tekanan pada generasi muda.

Lestari Moerdijat menyebut bahwa kehadiran aktif guru perempuan dalam proses pembentukan karakter tidak hanya sekadar mengajar, melainkan juga menjadi penopang mental dan emosional siswa. Ia menambahkan bahwa sifat compassion yang dimiliki perempuan secara alami dapat membantu mengidentifikasi dan merespon kebutuhan emosional anak secara lebih sensitif.

Anggota Komisi X DPR RI tersebut mengingatkan bahwa tantangan zaman—seperti perubahan nilai, tekanan sosial, dan ketidakpastian ekonomi—memerlukan strategi penguatan mental yang terintegrasi. Guru perempuan diharapkan menjadi “urat nadi” dan “jantung” yang mengatur alur pembentukan karakter bangsa, sekaligus menjadi garda depan dalam deteksi dini masalah kesehatan mental.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *