PSPK – 02 April 2026 | Sejak ditunjuk sebagai pelatih Tim Nasional Brasil pada Mei 2025, Carlo Ancelotti mengukir jejak yang penuh liku bagi Selecao. Mantan pelatih Real Madrid ini menggantikan Dorival Júnior dan langsung menghadapi tantangan berat: mengembalikan stabilitas tim yang belum konsisten menjelang Piala Dunia 2026. Selama sepuluh laga pertama di bawah asuhan sang maestro Italia, Brasil mencatat lima kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan, menimbulkan perdebatan sengit di antara pengamat dan fans.
Prestasi Awal dan Catatan Pertandingan
Berikut lima kemenangan penting yang diraih Brasil bersama Ancelotti:
- Paraguay (1-0, 11 Juni 2025) – Gol tunggal Vinícius Júnior memanfaatkan umpan Raphinha.
- Chile (3-0, 5 September 2025) – Gol-gol dari Estevão (38′), Lucas Paquetá (72′) dan Bruno Guimarães (76′).
- Korea Selatan (5-0, Oktober 2025) – Estevão (13′, 47′), Rodrygo (41′, 49′) dan Vinícius Júnior (77′).
- Senegal (2-0, 15 November 2025) – Estevão (28′) dan Casemiro (35′).
- Kroasia (3-1, April 2026) – Gol Andiolo oleh Danilo (30′), Igor Thiago (88′) dan Gabriel Martinelli (90+2).
Selain itu, Brasil juga mengalami tiga kekalahan, termasuk 2-3 melawan Jepang dan 1-2 dari Prancis, yang menambah catatan ketidakpastian performa tim.
Keraguan Terhadap Skuad 26 Pemain
Pada awal 2026, Ancelotti mengumumkan daftar 26 pemain yang dipilih untuk persiapan Piala Dunia. Keputusan tersebut menuai kritik tajam karena sejumlah pemain muda—termasuk Endrick, talenta berusia 18 tahun yang menjadi sorotan dunia—dikatakan belum mendapatkan kepercayaan penuh. Endrick sendiri mengaku merasakan “ketidakpastian” besar tentang peranannya di turnamen mendatang, menambah tekanan pada pelatih untuk menyeimbangkan antara pengalaman dan generasi baru.
Suara Lain dari Dunia Sepakbola
Sementara Ancelotti berjuang menata tim, pernyataan kontroversial muncul dari mantan pelatih Italia, José Mourinho. Dalam sebuah wawancara tak resmi, Mourinho menantang keputusan federasi Brasil yang menaruh harapan pada Ancelotti, sambil menyindir bahwa Italia seharusnya “mempekerjakan Mourinho” bila Brasil dapat menggaet Ancelotti. Komentar ini menambah bumbu politik dalam dinamika kepelatihan internasional.
Representasi Italia di Piala Dunia 2026
Meskipun Tim Nasional Italia gagal lolos setelah kalah adu penalti melawan Bosnia dan Herzegovina, tiga pelatih asal Italia tetap hadir di panggung dunia: Carlo Ancelotti bersama Brasil, Fabio Cannavaro memimpin Uzbekistan, dan Vincenzo Montella menuntun Turki. Cannavaro, mantan kapten juara dunia 2006, membawa Uzbekistan dengan catatan lima kemenangan dan satu kekalahan dalam enam laga kualifikasi, menyiapkan mereka untuk bersaing di Grup K. Montella, yang melatih Turki sejak 2023, berhasil mengamankan tiket Piala Dunia lewat kemenangan 1-0 atas Kosovo, dan menyiapkan tim untuk menghadapi grup yang berisi Amerika Serikat, Paraguay, dan Australia.
Analisis Dampak Ancelotti pada Brasil
Pengaruh Ancelotti tampak pada perubahan taktik dan mentalitas pemain. Penekanan pada kontrol bola, transisi cepat, dan fleksibilitas formasi memberikan Brasil kemampuan untuk mengatasi tim-tim Asia dan Amerika Selatan. Namun, ketidakstabilan hasil, terutama melawan Jepang dan Prancis, menandakan masih ada celah defensif yang perlu diperbaiki. Jika Ancelotti dapat mengoptimalkan sinergi antara bintang seperti Vinícius Júnior, Raphinha, dan generasi muda seperti Endrick, Brasil berpotensi menembus babak perempat final di Qatar 2026.
Secara keseluruhan, perjalanan Ancelotti bersama Selecao masih berada pada fase transisi. Dengan catatan 5-2-3, keberhasilan di babak kualifikasi, serta sorotan publik yang terus meningkat, masa depan Brasil di Piala Dunia 2026 tetap menjadi cerita yang dinanti. Semua mata kini tertuju pada keputusan taktik akhir, integrasi pemain muda, dan kemampuan Ancelotti menavigasi tekanan internasional demi mengembalikan kejayaan tim Samba.












