Project Seru Penuh Kejutan

Bukan Cuma Lucu, Ternyata Bayi Juga Jago Manipulasi Tipis‑tipis, Cek Faktanya Yuk!

April 15, 2026 • 0 Views
Bukan Cuma Lucu, Ternyata Bayi Juga Jago Manipulasi Tipis‑tipis, Cek Faktanya Yuk!
Bukan Cuma Lucu, Ternyata Bayi Juga Jago Manipulasi Tipis‑tipis, Cek Faktanya Yuk!

PSPK – 15 April 2026 | Otak anak usia dini ternyata memiliki kemampuan luar biasa dalam memahami situasi sosial, bahkan sampai meniru perilaku yang mirip dengan penipuan. Penelitian terbaru mengungkap bahwa bayi dan balita dapat menunjukkan perilaku manipulatif sejak usia sangat muda, yang sebenarnya merupakan bagian normal dari perkembangan kognitif dan sosial mereka.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 750 anak berusia 0‑47 bulan. Data dikumpulkan melalui laporan orang tua mengenai perilaku anak yang menyerupai penipuan. Meskipun metode ini tidak melibatkan observasi langsung, hasilnya memberikan gambaran awal yang menarik.

  • Perilaku manipulatif pertama kali dilaporkan pada usia sekitar 8 bulan.
  • Sekitar 25% anak mulai memahami konsep penipuan pada usia 18 bulan.
  • Sebanyak 25% anak menunjukkan perilaku menipu pada usia 16 bulan.

Para ahli menekankan bahwa tindakan ini bukanlah niat buruk, melainkan tanda otak anak berkembang dengan sehat. Emma Murray, PhD, menjelaskan bahwa model penelitian ini berguna untuk mengeksplorasi pola, meski interpretasinya tetap menantang karena perilaku bayi sulit diukur secara objektif.

Sanam Hafeez, PsyD, menambahkan bahwa kemampuan menipu pada bayi mencerminkan perkembangan sosial dan empati yang lebih awal dari perkiraan. Ketika anak menyadari bahwa ia tahu sesuatu yang orang lain tidak tahu, ia mulai memperkirakan reaksi orang dewasa, sebuah proses berpikir yang kompleks untuk usia satu atau dua tahun.

Dokter anak Molly O’Shea juga menegaskan bahwa kebohongan pada usia dini merupakan bagian normal dari pertumbuhan. Menurutnya, hal ini menunjukkan otak anak berfungsi dengan baik dan siap mengolah informasi sosial secara lebih maju.

Kesimpulannya, perilaku manipulatif pada bayi bukanlah tanda masalah, melainkan indikator penting bahwa proses belajar sosial‑kognitif sedang berjalan. Orang tua dapat memanfaatkan temuan ini untuk lebih memahami tahapan perkembangan anak dan memberikan stimulasi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *