PSPK – 10 April 2026 | Barcelona mengajukan keluhan resmi kepada UEFA pada hari Kamis setelah kekalahan 0-2 melawan Atletico Madrid di leg pertama perempat final Liga Champions. Klub Catalan menuduh keputusan wasit Istvan Kovacs pada menit ke-54 tidak memberikan penalti yang seharusnya diberikan kepada mereka, serta mengkritik kurangnya intervensi VAR.
Insiden berawal ketika kiper Atletico, Juan Musso, mengembalikan bola ke lapangan setelah tendangan gawang. Pada saat yang sama, bek Marc Pubill menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak enam yard, yang menurut Barcelona seharusnya memicu penalti. Wasit membiarkan permainan berlanjut dan VAR tidak meninjau keputusan tersebut, memicu kemarahan di bangku cadangan Barca.
Dalam pernyataan resmi, layanan hukum Barcelona menyatakan bahwa klub meminta penyelidikan resmi, akses ke rekaman komunikasi wasit, dan pengakuan atas kesalahan jika terbukti. Klub menekankan bahwa keputusan tersebut berdampak signifikan pada peluang mereka melaju ke semifinal.
Kasus serupa pernah terjadi pada perempat final Liga Champions April 2024, ketika Bayern Munich tidak diberikan penalti setelah bek Arsenal menyentuh bola pasca tendangan bebas. Pada tahun yang sama, VAR memberikan penalti kepada Club Brugge dalam situasi yang melibatkan kiper Aston Villa dan bek Tyrone Mings.
Berikut poin-poin utama keluhan Barcelona:
- Keputusan wasit pada menit ke-54 tidak memberikan penalti yang dianggap sah.
- VAR tidak melakukan pemeriksaan video atas insiden tersebut.
- Permintaan penyelidikan lengkap dan akses ke komunikasi wasit.
- Potensi konsekuensi disipliner bagi ofisial pertandingan bila terbukti ada kesalahan.
Jika UEFA memutuskan untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, keputusan ini dapat memengaruhi prosedur VAR di kompetisi Eropa serta menambah tekanan pada otoritas pengadil dalam pertandingan penting.












