PSPK – 08 April 2026 | Nvidia mengumumkan akuisisi SchedMD pada Desember lalu, memberi perusahaan kendali atas Slurm, perangkat lunak penjadwalan sumber terbuka yang menjadi tulang punggung banyak superkomputer dan pusat data AI. Slurm mengelola hingga 60 % superkomputer dunia, termasuk yang dipakai untuk prediksi cuaca, simulasi senjata nuklir, serta pelatihan model bahasa besar seperti yang dimiliki Anthropic.
Para ahli AI dan superkomputer menilai langkah ini sebagai ujian komitmen Nvidia dalam menjaga persaingan yang adil. Mereka khawatir Nvidia dapat secara halus memprioritaskan chipnya sendiri dalam pembaruan Slurm, sementara dukungan untuk pesaing seperti AMD atau Intel menjadi tertunda.
Berikut beberapa kekhawatiran utama yang disampaikan:
- Potensi penulisan kode optimasi khusus Nvidia sebelum kompetitor mendapatkan pembaruan serupa.
- Integrasi yang lebih lambat untuk chip non‑Nvidia, misalnya AMD yang akan meluncurkan GPU baru akhir tahun.
- Risiko perubahan arah pengembangan Slurm menjadi lebih tergantung pada ekosistem Nvidia, mengurangi netralitas vendor.
Di sisi lain, sebagian pengguna berharap akuisisi ini dapat mempercepat pengembangan fitur yang telah lama ditunggu, mengingat sumber daya Nvidia yang melimpah. Mereka mengantisipasi peningkatan dukungan teknis dan investasi pada proyek‑proyek sumber terbuka.
Nvidia menegaskan bahwa Slurm tetap bersifat sumber terbuka dan gratis, serta bahwa perusahaan akan terus menyediakan pembaruan untuk semua pengguna tanpa memandang platform hardware. Pernyataan tersebut mencakup komitmen untuk mendistribusikan perangkat lunak yang “netral vendor”.
Namun, pengalaman akuisisi sebelumnya menimbulkan skeptisisme. Pada 2022, Nvidia membeli Bright Computing, sebuah solusi manajemen klaster yang meskipun dapat dijalankan pada hardware non‑Nvidia, sering kali dioptimalkan untuk GPU Nvidia, sehingga pengguna chip lain mengalami penurunan kinerja tanpa upaya tambahan. Nvidia membantah hal itu, menyatakan dukungan luas untuk klaster CPU maupun GPU.
Para sumber yang diwawancarai, tiga di antaranya bekerja di industri AI dan dua di bidang superkomputer, semua memiliki pengalaman langsung dengan Slurm pada sistem non‑Nvidia. Mereka menyatakan bahwa mereka terus memantau kebijakan Nvidia pasca‑akuisisi, mengingat dampaknya yang luas pada ekosistem penelitian dan komersial.
Pengguna terkemuka seperti Meta, Mistral (Prancis), dan Anthropic telah mengintegrasikan Slurm dalam workflow pelatihan AI mereka. OpenAI, sebaliknya, menggunakan solusi internal yang dikembangkan oleh Google Alphabet. Perusahaan‑perusahaan ini belum memberikan komentar resmi mengenai akuisisi.
Secara keseluruhan, akuisisi SchedMD oleh Nvidia menjadi titik balik yang menimbulkan perdebatan tentang masa depan perangkat lunak sumber terbuka dalam industri AI. Apakah Nvidia akan menjaga netralitas Slurm atau mengubahnya menjadi alat yang lebih menguntungkan bagi chipnya sendiri, masih menjadi pertanyaan utama yang akan diikuti oleh komunitas global.












