PSPK – 29 Maret 2026 | Veda Ega Pratama, pembalap 17‑tahun asal Indonesia yang membela Honda Team Asia, kembali menorehkan prestasi gemilang pada pekan ke‑3 Grand Prix Moto3 2026. Di ajang Moto3 Brasil, ia berhasil mengamankan posisi ketiga, menjadikannya rider Indonesia pertama yang menutup balapan di podium dunia. Keberhasilan ini tidak lepas dari rangkaian performa impresif yang telah ditunjukkan sejak sesi latihan bebas di Amerika Serikat, hingga kualifikasi kuat di Circuit of the Americas (COTA).
Persiapan Awal di Amerika Serikat
Pekan sebelumnya, Veda menampilkan konsistensi tinggi pada sesi practice Moto3 di COTA. Pada Free Practice 1 (FP1) ia mencatat waktu 2 menit 15,953 detik dan menempati posisi ke‑15. Sesi selanjutnya, FP2, Veda berhasil menurunkan waktunya menjadi 2 menit 14,484 detik, hanya 0,727 detik di belakang pemimpin Maximo Quiles. Peningkatan tersebut memastikan ia melaju langsung ke Q2 tanpa harus melewati Q1, sebuah prestasi yang juga diraih pada Grand Prix Thailand dan Brasil sebelumnya.
Keberhasilan di practice berlanjut pada sesi kualifikasi utama pada Minggu (29/3/2026). Veda menempati posisi keempat dengan catatan waktu 2 menit 12,218 detik, terpaut 0,789 detik dari pole sitter Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo). Posisi ini menempatkannya di barisan depan grid, meningkatkan peluang bersaing hingga akhir balapan.
Balapan di Brasil: Podium Pertama untuk Indonesia
Setelah menampilkan performa stabil di Amerika, Veda tiba di sirkuit Brasil dengan kepercayaan diri tinggi. Pada hari perlombaan, ia berhasil mempertahankan ritme cepatnya dan menempati posisi ketiga di garis finish. Podium tersebut menandai pencapaian historis bagi pembalap Indonesia, sekaligus menegaskan kemampuan Honda Team Asia untuk bersaing di level tertinggi Moto3.
| Posisi | Pembalap | Tim | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Alvaro Carpe | Red Bull KTM Ajo | – |
| 2 | Casey O’Gorman | SIC58 Squadra Corse | – |
| 3 | Veda Ega Pratama | Honda Team Asia | – |
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras tim teknis, strategi ban yang tepat, serta kemampuan Veda dalam mengelola tekanan pada bagian akhir balapan. Ia mampu menutup jarak dengan pembalap di depan pada tiga putaran terakhir, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan penampilannya di Grand Prix Thailand, di mana ia finis di posisi lima.
Implikasi ke Depan: Mandalika 2026 dan Skenario Dunia
- Momentum positif: Podium di Brasil memberikan Veda kepercayaan diri untuk menantang para pembalap veteran pada seri berikutnya, termasuk balapan di Mandalika.
- Dukungan sponsor: Keberhasilan ini menarik perhatian sponsor lokal, membuka peluang pendanaan lebih besar bagi Honda Team Asia.
- Pengembangan teknis: Tim kini fokus pada penyempurnaan set‑up motor untuk trek‑trek dengan karakteristik berbelok tajam, seperti COTA dan Mandalika.
- Inspirasi generasi muda: Pencapaian Veda menjadi contoh nyata bagi pembalap muda Indonesia bahwa jalur menuju panggung dunia dapat ditempuh dengan kerja keras dan dukungan yang tepat.
Secara keseluruhan, hasil Moto3 Brasil 2026 menandai babak baru dalam sejarah balap motor Indonesia. Veda Ega Pratama tidak hanya mencetak sejarah pribadi, tetapi juga membuka peluang bagi lebih banyak pembalap Indonesia untuk berkompetisi di level internasional. Dengan dukungan tim, sponsor, dan semangat nasional, harapan besar menanti di setiap lintasan yang akan datang.












