PSPK – 12 April 2026 | Pasangan ganda campuran Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menorehkan prestasi gemilang pada Thailand Masters 2025, mengamankan tiket semifinal dan memperkuat peluang Indonesia merebut gelar juara. Keberhasilan mereka menjadi sorotan utama di turnamen yang berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, antara 28 Januari hingga 2 Februari 2025.
Perjalanan Jafar/Felisha hingga babak semifinal
Di babak perempat final, Jafar/Felisha bertemu pasangan asal Thailand, Pakkapon Teeraratsakul dan Phataimas Muenwong. Pada game pertama, pasangan Indonesia memulai dengan unggulan 11‑6 pada jeda pertama, meski lawan sempat memperkecil selisih menjadi 12‑13. Tekad kuat Jafar/Felisha kembali menguasai ritme permainan, menutup game dengan skor 21‑15.
Game kedua dimulai dengan serangan agresif, menghasilkan keunggulan 5‑1 yang terus dipertahankan hingga akhir set pertama 11‑8. Setelah jeda, mereka memperlebar jarak dan menutup pertandingan 21‑12. Kemenangan ini memastikan Jafar/Felisha melaju ke semifinal, di mana mereka akan berhadapan dengan rekan sesama Indonesia, Dejan Ferdinansyah dan Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Semifinal menanti: Jafar/Felisha vs Dejan/Fadia
Dejan/Fadia telah menaklukkan pasangan tuan rumah Thailand, Ratchapol Makkasasithorn dan Nattamon Laisuan, dengan skor 22‑20, 21‑14. Pertarungan antara dua pasangan Indonesia ini menjanjikan pertandingan yang intens, sekaligus menjamin satu wakil Indonesia akan melaju ke final.
Jika berhasil, Jafar/Felisha akan melanjutkan tradisi kuat Indonesia di sektor ganda campuran, mengingat prestasi historis tim nasional dalam turnamen internasional.
Kontestan Indonesia lainnya di Thailand Masters 2025
Selain Jafar/Felisha, total 21 wakil Indonesia berkompetisi di berbagai kategori. Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani berhasil melaju ke semifinal setelah mengalahkan wakil Thailand, Pornpicha Choeikeewong, dengan skor 21‑10, 21‑14. Di ganda putra, pasangan Leo Rolly Carnando dan Bagas Maulana terhenti di perempat final setelah kalah dari duo Korea Selatan, Jin Yong dan Seo Seung Jae, 18‑21, 16‑21.
Beberapa pasangan lain yang tampil di babak 32 besar meliputi Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata, serta Verrel Yustin Mulia/Pitha Haningtyas Mentari yang akan bertanding melawan Jafar/Felisha pada fase grup.
Strategi dan faktor penentu kemenangan
- Kekuatan servis dan return: Jafar menunjukkan servis yang konsisten, memaksa lawan mengembalikan shuttle dengan posisi defensif.
- Kerjasama tim: Felisha berperan sebagai net player yang cepat, menciptakan peluang serangan cepat.
- Adaptasi taktik: Kedua pemain mampu mengubah pola serangan saat lawan mencoba menutup celah, terbukti dari perubahan skor pada game pertama.
Pelatih tim nasional menilai bahwa kombinasi pengalaman Jafar yang telah berkompetisi di level senior dengan kecepatan Felisha sebagai pemain muda menjadi kunci utama keberhasilan duo ini.
Harapan Indonesia di Thailand Masters
Dengan tiga tiket semifinal – Jafar/Felisha di ganda campuran, Dejan/Fadia di ganda campuran, serta Putri Kusuma Wardani di tunggal putri – Indonesia memiliki peluang kuat untuk menambah koleksi medali emas. Keberhasilan di Thailand Masters 2025 juga menjadi momentum persiapan menuju Olimpiade 2028, dimana regenerasi pemain muda menjadi fokus utama PBSI.
Jika Jafar/Felisha dapat mengatasi Dejan/Fadia di semifinal, mereka tidak hanya akan melanjutkan tradisi Indonesia di ganda campuran, tetapi juga menegaskan kedalaman talent pool badminton Indonesia yang terus berkembang.
Turnamen ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda Indonesia yang baru debut, seperti Rehan/Gloria, yang diharapkan dapat menambah pengalaman kompetitif di level internasional.
Secara keseluruhan, performa Jafar Hidayatullah bersama Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu menjadi sorotan positif, menegaskan bahwa generasi baru badminton Indonesia siap menantang dominasi negara lain dan membawa pulang trofi Thailand Masters 2025.












