PSPK – 14 Maret 2026 | Di tengah rutinitas yang padat, menambahkan tanaman hias ke dalam rumah dapat menjadi cara sederhana untuk menurunkan tingkat stres. Kehadiran tanaman tidak hanya mempercantik interior, tetapi juga memberikan efek psikologis yang menenangkan serta membantu menjaga kualitas udara.
Penelitian menunjukkan bahwa interaksi dengan tanaman indoor dapat menurunkan hormon stres dan mengurangi respon fisiologis terhadap tekanan. Konsep biophilia menjelaskan kecenderungan alami manusia untuk terhubung dengan unsur alam, sehingga menumbuhkan rasa nyaman ketika berada di sekitar tumbuhan.
- Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) – Tanaman ini dikenal tahan banting dan mampu menghasilkan oksigen di malam hari, cocok ditempatkan di kamar tidur. Penyiraman cukup dilakukan saat media tanam sudah kering, dan hindari sinar matahari langsung yang terik.
- Peace Lily (Spathiphyllum) – Memiliki kemampuan menyaring zat berbahaya dari udara. Daunnya mengisyaratkan kebutuhan air dengan menguning atau layu. Ditempatkan di area lembap, namun jauh dari hewan peliharaan karena bersifat beracun bila tertelan.
- Lavender (Lavandula) – Aroma bunga lavender terkenal menenangkan dan sering dipakai dalam aromaterapi. Tanaman ini memerlukan sinar matahari penuh sekitar 6‑8 jam per hari, sehingga ideal diletakkan dekat jendela yang cerah.
- Lidah Buaya (Aloe vera) – Selain manfaat kulit, aloe vera mudah dirawat, menyukai cahaya terang namun tidak langsung, serta tidak memerlukan penyiraman berlebihan. Biarkan media tanam agak kering antara penyiraman untuk mencegah akar tergenang.
- Melati (Jasminum) – Wangi melati yang lembut dapat merangsang respons positif pada sistem saraf, membantu mengurangi kecemasan. Tanaman ini cocok ditempatkan di sudut ruangan yang mendapatkan cahaya tidak langsung.
Dengan memilih tanaman yang relatif mudah perawatannya, penghuni rumah dapat menciptakan suasana yang lebih tenang sekaligus meningkatkan kualitas udara indoor.












