PSPK – 24 Maret 2026 | Memandikan balita berusia 12–24 bulan tampak sederhana, namun memerlukan perhatian khusus agar tidak menimbulkan bahaya seperti terpeleset, iritasi kulit, atau bahkan risiko tenggelam. Dengan persiapan yang tepat, waktu mandi dapat menjadi momen bonding yang menyenangkan dan aman.
- Jangan pernah meninggalkan balita sendirian di kamar mandi, sekecil apapun volume air dapat berbahaya. Pastikan semua perlengkapan (sabun, handuk, pakaian) sudah siap sebelum memulai mandi.
- Hindari menempatkan balita ke dalam bak saat air masih mengalir; suhu dan volume air dapat berubah secara tiba‑tiba.
- Pastikan permukaan bak tidak licin. Gunakan alas karet atau mat anti‑selip, serta pelindung pada keran untuk menghindari benturan.
- Gunakan air hangat dengan suhu sekitar 37‑38°C, suhu yang nyaman bagi kulit sensitif balita.
- Jangan mengisi bak terlalu dalam; air sebaiknya tidak melebihi pinggang balita saat duduk.
- Jika balita sudah dapat duduk, gunakan kursi atau cincin mandi sebagai penopang, namun tetap awasi secara langsung.
- Biasakan posisi duduk selama mandi, bukan berdiri, untuk meminimalkan risiko terpeleset.
- Pakailah sabun dan sampo secukupnya. Penggunaan berlebih dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi. Mulailah bermain air terlebih dahulu, lalu gunakan sabun di akhir mandi.
- Atur suhu pemanas air maksimal 32‑38°C untuk menghindari luka bakar. Air terlalu panas dapat menyebabkan cedera serius dalam hitungan detik.
- Jauhkan balita dari keran yang dapat diputar secara tidak sengaja; seiring usia, kekuatan tangannya akan bertambah.
- Hindari menempatkan peralatan listrik seperti hair dryer di area mandi untuk mencegah bahaya kejutan listrik.
Dengan menerapkan langkah‑langkah di atas, orang tua dapat memastikan sesi mandi balita berjalan aman, nyaman, dan tetap menyenangkan bagi si kecil.












