PSPK – 06 Maret 2026 | Dalam rangka memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B), Sekretaris Daerah Provinsi Banten, Deden Apriandhi, menegaskan pentingnya konsolidasi lintas sektor. Acara pembukaan Konsolidasi Mitra Kerja Penguatan Program Prioritas MBG 3B Tahun 2026 digelar di Pendopo Gubernur Banten, Kota Serang, dan dihadiri perwakilan Kemendukbangga/BKKBN, perangkat daerah, TNI, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Tim Pendamping Keluarga.
Deden menekankan bahwa MBG 3B bukan sekadar pemberian makanan, melainkan bagian integral dari strategi pembangunan manusia jangka panjang yang mendukung visi Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada data akurat, mekanisme yang jelas, dan target yang terukur.
Data terbaru tahun 2025 menunjukkan:
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Ibu Hamil | 38.534 orang |
| Ibu Pascasalin | 14.114 orang |
| Balita (Baduta) | 60.768 anak |
| SPPG Terbentuk | 1.081 unit |
| SPPG Aktif MBG 3B | 258 unit |
Dengan hanya sekitar 24% SPPG yang melayani MBG 3B, Deden mendorong penambahan dan optimalisasi peran SPPG agar cakupan layanan dapat diperluas secara signifikan.
Program MBG 3B akan disalurkan langsung ke rumah tangga sasaran melalui distribusi harian, disertai edukasi rutin bulanan mengenai pola hidup sehat dan pengasuhan anak di bawah lima tahun. Ibu hamil didorong untuk rutin memeriksakan kehamilan, sementara ibu menyusui diberikan pendampingan tentang pentingnya ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI.
Wahyuniati, Plt Deputi Bidang Penggerakan dan Peran Serta Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN, menambahkan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam pendistribusian dan edukasi oleh pendamping keluarga. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor akan mempercepat penerimaan masyarakat dan implementasi optimal program.
Melalui upaya bersama antara Pemerintah Provinsi Banten, Kemendukbangga/BKKBN, serta seluruh mitra, diharapkan program MBG 3B dapat meningkatkan status gizi ibu dan balita, serta berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan.












