Project Seru Penuh Kejutan

Saham DUTI Melonjak, BSDE Tingkatkan Kepemilikan hingga 99,41%

March 18, 2026 • 0 Views
Saham DUTI Melonjak, BSDE Tingkatkan Kepemilikan hingga 99,41%
Saham DUTI Melonjak, BSDE Tingkatkan Kepemilikan hingga 99,41%

PSPK – 18 Maret 2026 | PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), perusahaan properti milik Grup Sinarmas, mengalami peningkatan harga saham yang signifikan setelah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengumumkan pembelian tambahan saham.

Pada 12 Maret 2026, BSDE membeli 130,06 juta lembar saham DUTI, yang mengangkat kepemilikannya menjadi 99,41 % dari total saham beredar. Sebelumnya, kepemilikan BSDE berada pada 92,38 % pada akhir Februari 2026. Akibatnya, free‑float DUTI turun menjadi kurang dari 1 %.

Penurunan free‑float ini mengakibatkan perubahan pada susunan investor publik. Sebelum akuisisi, dua institusi berbasis di Cayman Islands, Eurotrade Developments Limited (4,18 %) dan Morning Brights Investments Limited (2,85 %), tercatat memegang sebagian free‑float. Namun, data terbaru dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tidak lagi menampilkan kedua institusi tersebut dalam daftar pemegang lebih dari 1 % saham DUTI.

Data kepemilikan saham di atas 1 % yang masih tercatat menunjukkan Eurotrade Developments Limited tetap menjadi pemegang saham pada beberapa emiten Grup Sinarmas, termasuk BSDE (3,72 %) dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) (1,94 %). Sementara itu, Morning Brights Investments tercatat memegang 4,35 % saham BSDE dan 2,32 % saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA).

Pergerakan harga saham DUTI pada perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, berada di level Rp4.350 per lembar. Dalam satu bulan terakhir, harga tersebut naik 5,34 %, dan selama setahun terakhir tercatat kenaikan sebesar 32,7 %.

Periode Kepemilikan BSDE Free‑float DUTI
Akhir Feb 2026 92,38 % ≈ 2 %
12 Mar 2026 99,41 % <1 %

Dengan hampir seluruh saham kini berada di bawah kendali BSDE, prospek pertumbuhan nilai saham DUTI akan sangat dipengaruhi oleh strategi investasi dan kebijakan grup induk. Investor publik perlu memperhatikan likuiditas yang semakin terbatas serta potensi volatilitas harga di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *