PSPK – 19 Maret 2026 | Tokyo – Perusahaan baja asal Jepang, Nippon Steel, berhasil memperoleh fasilitas pinjaman total senilai 900 miliar yen atau setara sekitar US$5,67 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk mendanai rencana akuisisi terhadap produsen baja Amerika Serikat, U.S. Steel.
Pinjaman tersebut disalurkan oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) bersama empat lembaga keuangan swasta terkemuka di Jepang, yaitu Mitsubishi UFJ Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, Mizuho Bank, serta Sumitomo Mitsui Trust Bank.
Berikut rangkuman pihak‑pihak yang terlibat dalam pendanaan:
| Lembaga | Jenis |
|---|---|
| Japan Bank for International Cooperation (JBIC) | Bank pembangunan pemerintah |
| Mitsubishi UFJ Bank | Bank komersial utama |
| Sumitomo Mitsui Banking Corporation | Bank komersial utama |
| Mizuho Bank | Bank komersial utama |
| Sumitomo Mitsui Trust Bank | Bank kepercayaan |
Langkah pendanaan ini menandai salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri baja, mengingat nilai akuisisi yang diperkirakan melebihi US$14 miliar. Dengan dukungan finansial ini, Nippon Steel berharap dapat memperkuat posisinya di pasar global, memperluas jaringan produksi, serta meningkatkan sinergi operasional antara dua raksasa baja.
Di sisi lain, akuisisi U.S. Steel oleh perusahaan Jepang ini menimbulkan berbagai spekulasi tentang dampak terhadap tenaga kerja, pasokan bahan baku, dan dinamika persaingan di kawasan Amerika Utara. Pemerintah Amerika Serikat diperkirakan akan melakukan peninjauan regulasi untuk memastikan tidak terjadi konsentrasi pasar yang berlebihan.
Secara keseluruhan, pendanaan yang berhasil didapatkan oleh Nippon Steel menegaskan komitmen kuat lembaga keuangan Jepang dalam mendukung ekspansi global perusahaan domestik, sekaligus menandai babak baru dalam konsolidasi industri baja dunia.












