PSPK – 04 Maret 2026 | Usai pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026, pergerakan klasemen Liga 1 semakin dinamis. Persib Bandung kembali memperkuat posisi puncaknya, sementara Persija Jakarta harus menelan hasil imbang melawan Borneo FC yang menurunkan peringkat mereka. Di tengah sorotan publik, strategi pergantian pemain dan performa individu menjadi faktor penentu dalam persaingan ketat antar klub.
Posisi Puncak dan Penurunan
Berikut ini adalah snapshot klasemen lima besar setelah hasil pekan 24:
| Pos | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 48 |
| 2 | Arema FC | 45 |
| 3 | Persebaya Surabaya | 43 |
| 4 | PSM Makassar | 41 |
| 5 | Persija Jakarta | 39 |
Persib menancapkan diri di puncak dengan selisih tiga poin dari Arema. Keunggulan tersebut didukung oleh serangkaian kemenangan beruntun, termasuk kemenangan tipis 2-1 atas Persebaya pada pekan 22 yang menambah kepercayaan diri skuad asuhan Mauricio Souza.
Persib: Konsistensi yang Membuat Lawan Gigit Jari
Latihan keras dan kebijakan pergantian enam pemain dalam satu pertandingan melawan Persebaya menjadi sorotan utama. Bernardo Tavares, pelatih Persib, mengaku bahwa keputusan tersebut diambil untuk menguji kedalaman skuad sekaligus menjaga intensitas fisik pemain inti. Hasilnya, Persib mampu menahan tekanan dan mencetak gol penentu lewat aksi striker asal Brasil, José Enrique, yang kini masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak.
Selain itu, kontribusi pemain muda seperti Ikhsan Zikrak yang mencetak gol kemenangan melawan Borneo FC menambah dimensi serangan yang tak terduga. Keberhasilan tersebut membuat Persib menegaskan posisi sebagai tim paling stabil di liga, baik dari segi taktik maupun mental.
Persija: Imbang yang Mengguncang Posisi
Pertandingan persahabatan di Jakarta International Stadium (JIS) melawan Borneo FC berakhir 2-2, menambah beban pada klasemen Persija yang kini berada di posisi kelima. Gustavo Almeida membuka skor pada menit ke-47, namun Juan Villa menyamakan lewat gol cepat. Fabio Calonego kembali memimpin Persija unggul, namun gol penentu dari Ikhsan Zikrak Borneo mengubah hasil menjadi imbang.
Pelatih Maurício Souza menilai bahwa meskipun tim menampilkan pola serangan yang kreatif, kurangnya konsistensi defensif menjadi penyebab utama kegagalan meraih tiga poin. Keputusan taktis untuk mengganti enam pemain pada babak kedua menjadi perdebatan, mengingat dampak pada ritme permainan.
Persebaya: Ujian Mental dan Fisik
Berita terbaru mengungkap bahwa Bernardo Tavares menilai duel melawan Persib sebagai ujian mental dan fisik terbesar bagi Persebaya. Meskipun berhasil menahan serangan Persib dalam 90 menit, Persebaya harus puas dengan hasil imbang 2-2 yang menurunkan mereka ke posisi ketiga.
Manajer Dandri Dauri menambahkan bahwa kebijakan transfer pemain mahal tidak selalu menjamin kemenangan. Fokusnya kini beralih pada pengembangan pemain muda dan peningkatan kebugaran tim untuk menghadapi sisa musim yang masih panjang.
Statistik Gol dan Pencetak Gol Teratas
Berita tentang José Enrique dan Mariano Peralta yang mulai menembus hegemoninya di daftar pencetak gol terbanyak menambah bumbu pada kompetisi. Kedua pemain tersebut kini bersaing ketat dengan striker Brasil tradisional, menandakan adanya perubahan dinamika serangan di Liga 1.
Berikut ringkasan statistik gol lima pemain teratas:
- José Enrique (Persib) – 12 gol
- Mariano Peralta (Arema) – 11 gol
- Ikhsan Zikrak (Borneo) – 9 gol
- Gustavo Almeida (Persija) – 8 gol
- Fabio Calonego (Persija) – 7 gol
Dengan persaingan gol yang ketat, pertarungan untuk gelar top scorer menjadi sorotan tambahan yang dapat memengaruhi hasil akhir klasemen.
Secara keseluruhan, pekan ke-24 menegaskan bahwa Liga 1 2025/2026 belum menemukan pahlawan tunggal. Persib menampilkan keunggulan konsistensi, sementara Persija, Persebaya, dan klub lainnya masih berjuang memperbaiki strategi demi meraih poin maksimal pada sisa pertandingan. Pertandingan-pertandingan mendatang diprediksi akan semakin menegangkan, terutama dengan kebijakan pergantian pemain yang fleksibel dan tekanan untuk menambah gol.












