PSPK – 12 Maret 2026 | Pada peringatan Hari Ginjal Sedunia 12 Maret, pemerintah bersama Persatuan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) menegaskan pentingnya deteksi dini ginjal, termasuk kanker ginjal yang sering tidak menampakkan gejala pada tahap awal. Dr. Pringgodigdo Nugroho, Ketua Umum PERNEFRI, menyoroti bahwa ginjal berperan vital dalam mengatur cairan, elektrolit, hormon eritropoietin, serta aktivasi vitamin D. Gangguan pada organ ini dapat menimbulkan anemia, hipertensi, dan komplikasi metabolik lainnya.
Kenapa Kanker Ginjal Sering Tidak Terdeteksi?
Kanker ginjal termasuk dalam kategori “silent disease”. Pada kebanyakan pasien, gejala baru muncul ketika tumor telah mencapai stadium lanjut, seperti pembengkakan, kelelahan, penurunan nafsu makan, atau mual. Hal ini membuat banyak orang baru menyadari kondisi mereka ketika peluang pengobatan sudah terbatas. Baca Juga Kenali Kanker Ginjal, Penyakit yang Sering Tak Bergejala di Tahap Awal menegaskan pentingnya pemahaman ini.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
| Faktor Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Diabetes | Hiperglikemia dapat merusak pembuluh darah ginjal, meningkatkan risiko sel kanker. |
| Hipertensi | Tekanan darah tinggi memicu stres pada jaringan ginjal. |
| Obesitas | Berat badan berlebih meningkatkan produksi hormon yang dapat memicu pertumbuhan sel abnormal. |
| Konsumsi Obat Pereda Nyeri | Penggunaan jangka panjang NSAID dapat merusak jaringan ginjal. |
| Riwayat Keluarga | Walaupun tidak otomatis diturunkan, adanya kasus kanker ginjal dalam keluarga meningkatkan kewaspadaan. |
Selain faktor tersebut, sindrom genetik seperti WAGR, Beckwith‑Wiedemann, atau Denys‑Drash memang meningkatkan risiko, terutama pada anak.
Deteksi Dini: Kunci 80‑90% Kesembuhan
Data terbaru menunjukkan bahwa anak dengan kanker ginjal memiliki tingkat kesembuhan 80–90 % bila tumor terdeteksi pada tahap awal. Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi‑Onkologi, dr. Nur Melani Sari, menegaskan pentingnya pemeriksaan rutin seperti:
- Pemeriksaan tekanan darah
- Pengukuran indeks massa tubuh (BMI)
- Tes darah untuk kadar kreatinin
- Urinalisis untuk mendeteksi protein atau sel abnormal
Untuk orang dewasa, skrining tambahan seperti ultrasound atau CT scan dapat mengidentifikasi massa ginjal yang belum menimbulkan gejala.
Apakah Kanker Ginjal Bisa Diturunkan?
Menurut dr. Nur Melani Sari, riwayat kanker ginjal pada orang tua tidak otomatis diwariskan. “Belum ada bukti bahwa kanker ginjal pasti diwariskan secara genetik,” ujarnya pada webinar IDAI 10 Maret 2026. Namun, pada anak yang memiliki kelainan genetik tertentu, risiko memang lebih tinggi. Oleh karena itu, orang tua disarankan untuk memantau gejala seperti perut membesar, nyeri perut, darah pada urine, atau penurunan berat badan.
Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan Setiap Hari
Selain pemeriksaan medis, gaya hidup sehat menjadi benteng utama melawan kanker ginjal. Beberapa kebiasaan yang dapat menurunkan risiko meliputi:
- Hindari merokok dan paparan asap rokok.
- Rajin berolahraga minimal 150 menit per minggu.
- Konsumsi makanan bergizi seimbang, rendah garam, dan kaya antioksidan.
- Jaga berat badan ideal.
- Kelola stres dengan teknik relaksasi atau konseling.
- Lakukan cek kesehatan secara berkala, terutama bagi yang berusia di atas 60 tahun atau memiliki riwayat diabetes/hipertensi.
Dengan mengintegrasikan kebiasaan tersebut, masyarakat dapat menurunkan risiko tidak hanya kanker ginjal, tetapi juga penyakit metabolik lain yang berhubungan.
Kesadaran publik kini meningkat berkat kolaborasi antara pemerintah, organisasi kesehatan, dan komunitas pasien. Pemeriksaan rutin dan edukasi yang tepat menjadi senjata utama melawan kanker ginjal yang sering bersembunyi di balik ketidakhadiran gejala.












