PSPK – 12 Maret 2026 | Jakarta, 11 Maret 2026 – Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara mufakat menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026‑2031. Penunjukan ini menandai terobosan historis: pertama kalinya seorang perempuan memimpin lembaga regulator keuangan terbesar di Indonesia.
Latar Belakang Pendidikan
Friderica, yang akrab dipanggil Kiki Widyasari, lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia menempuh pendidikan sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM), lulus tahun 2001. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan memperoleh gelar Master of Business Administration (MBA) dari California State University pada 2004. Kembali ke tanah air, Friderica menuntaskan pendidikan doktoral di UGM, meraih gelar Doktor (S3) dengan predikat cumlaude pada 2019, memperkuat fondasi akademiknya dalam bidang keuangan dan kebijakan publik.
Karier di Dunia Keuangan
Sebelum menginjakkan kaki di regulator, Friderica mengisi sejumlah posisi strategis di sektor keuangan. Ia menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020‑2022), memimpin transformasi digital dan memperluas jaringan distribusi produk investasi. Sebelumnya, ia juga memegang peran penting di Self‑Regulatory Organization (SRO) pasar modal, berkontribusi pada pembentukan standar tata kelola bagi lembaga keuangan non‑bank. Selain itu, Friderica aktif sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Keluarga Alumni Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM (Kafegama), mempererat jejaring alumni dan mempromosikan riset ekonomi nasional.
Pengalaman di Otoritas Jasa Keuangan
Friderica pertama kali bergabung dengan OJK pada tahun 2022 sebagai anggota Dewan Komisioner periode 2022‑2027. Ia memegang jabatan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen. Pada masa kepemimpinan tersebut, ia juga ditunjuk sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Ketua dan Wakil Ketua OJK setelah Mahendra Siregar dan Mirza Adityaswara mengundurkan diri akibat dinamika pasar modal. Kinerja responsif dan kebijakan pro‑konsumen membuatnya dipilih sebagai Ketua DK OJK secara definitif pada 2026.
Inisiatif Anti Penipuan Keuangan
Selama masa jabatan di OJK, Friderica menaruh perhatian khusus pada pemberantasan keuangan ilegal. Ia menjadi Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (SATGAS PASTI) dan menginisiasi pendirian Indonesia Anti‑Scam Centre (IASC) pada 2023. Inisiatif tersebut berhasil menurunkan kasus penipuan investasi hingga 27 % dalam satu tahun, sekaligus meningkatkan edukasi publik melalui kampanye digital yang menjangkau lebih dari 10 juta warga.
Penghargaan dan Pengaruh
Pengakuan atas kontribusinya tidak berhenti pada tingkat regulator. Pada 2025, Friderica menerima penghargaan The Most Outstanding Woman dari Infobank serta Indonesia Outstanding Women Leader dari CNN Indonesia. Penghargaan tersebut menegaskan peranannya sebagai panutan bagi perempuan di sektor keuangan.
Selain karier profesional, Friderica sempat meniti dunia hiburan sebagai aktris sinetron pada awal 2000‑an, dengan peran di “Angling Dharma”, “Panji Manusia Millenium”, dan “Janjiku”. Pengalaman di industri hiburan diyakini menambah kemampuan komunikasinya yang persuasif, terbukti efektif dalam menyampaikan kebijakan OJK kepada masyarakat luas.
Dengan mandat 2026‑2031, Friderica berjanji akan memperkuat stabilitas sistem keuangan, memperluas inklusi keuangan digital, serta meningkatkan transparansi pasar modal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi internasional dalam mengantisipasi risiko makroekonomi global, khususnya dalam era kripto dan fintech.
Keputusan DPR untuk mengangkat Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK tidak hanya mencerminkan kepercayaan pada kompetensinya, tetapi juga menandai langkah maju dalam kesetaraan gender di level kepemimpinan tertinggi lembaga keuangan negara.












