PSPK – 23 Maret 2026 | Jakarta – Aktor Clift Sangra kembali mengenang almarhum istri dan legenda horor Indonesia, Suzzanna, dengan menyoroti sisi kepribadiannya yang hangat dan penuh kasih, jauh dari citra ratu horor yang selama ini melekat pada publik.
Saat ini Clift sedang terlibat dalam produksi film baru yang diangkat dari waralaba legendaris Suzzanna, berjudul Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa. Film ini diproduksi oleh Soraya Intercine Films dan menampilkan para bintang papan atas seperti Luna Maya dan Reza Rahadian. Clift berperan sebagai Bisman, tokoh antagonis yang kontras dengan kenangan romantisnya bersama Suzzanna.
Dalam sebuah puisi yang ditulisnya, Clift mengungkapkan kerinduannya yang mendalam. Ia menulis, “Andai kau ada di sampingku saat ini, aku mungkin tak akan banyak bicara. Karena sejak kau pergi, aku sangat merindukanmu.” Ungkapan ini menegaskan betapa kosongnya hidupnya sejak kepergian istri tercinta.
Clift menambahkan, “Orang‑orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia, sebagai sosok yang menghantui layar. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu, yang menggenggam tanganku lebih erat saat dunia terasa berat.”
Keduanya pernah berbagi layar dalam film‑film ikonik era 1980‑1990, antara lain Sangkuriang (1982), Nyi Blorong (1982), Perkawinan Nyi Blorong (1983), dan Ajian Ratu Laut Kidul (1991). Kini, lewat partisipasinya dalam film baru, Clift berusaha melestarikan warisan seni Suzzanna bagi generasi muda.
Peran Clift sebagai Bisman dalam film ini menjadi kontras dramatis karena karakter tersebut berperan sebagai lawan Suzzanna, bukan lagi pasangan romantis. “Mereka takut pada tatapanmu di layar. Aku justru takut pada satu hal: takut lupa suara tawamu yang paling sederhana,” ungkapnya.
Puisi lanjutan Clift menegaskan cinta yang tak lekang oleh waktu, “Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan. Terima kasih sudah memilihku sebagai rumahmu. Dan maaf, karena sampai hari ini aku masih belum siap hidup tanpa bayanganmu.”
Clift mengajak penonton untuk menyaksikan film tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap karya‑karya Suzzanna yang tetap relevan. “Suzzanna, karyamu kekal abadi. Tepat lebaran tahun ini, mari rayakan bersama di bioskop bersama Bunda Suzzanna,” serunya.
Film Suzzanna: Santet Dosa Di Atas Dosa mulai diputar di seluruh bioskop Indonesia sejak 18 Maret 2026. Cerita film mengisahkan Suzzanna yang kehilangan sang ayah akibat santet Bisman, kemudian terperangkap antara dendam dan cinta pada seorang pria saleh.












