PSPK – 27 Maret 2026 | Film horor berjudul Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa kembali menghidupkan legenda Suzzanna, tokoh mistis yang sudah lama menjadi ikon genre horor Indonesia. Dirilis pada 18 Maret 2026, film ini diproduksi oleh Rollink Action dan disutradarai oleh sutradara berpengalaman Hestu Saputra. Dengan mengusung tema balas dendam, ilmu santet, dan konflik antara dunia gaib dengan moralitas manusia, film ini dijadwalkan tayang di hampir seluruh jaringan bioskop tanah air selama periode Lebaran.
Sinopsis dan Unsur Cerita
Berbeda dari versi‑versi sebelumnya, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menampilkan Luna Maya sebagai Suzzanna, seorang wanita yang hidup dalam bayang‑bayang kekuasaan Bisman (diperankan oleh Clift Sangra), penguasa desa kejam yang bahkan menyantet ayah Suzzanna hingga meninggal. Dendam Suzzanna mendorongnya belajar ilmu santet, namun ia kemudian dihadapkan pada dilema moral ketika jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), seorang pria religius yang tak mengetahui rahasia kelamnya. Konflik antara balas dendam dan cinta menjadi benang merah yang mengikat alur cerita, sementara elemen mistik dipadukan dengan visual efek modern untuk menciptakan atmosfer menegangkan.
Jadwal Tayang di Seluruh Indonesia
Sejak peluncuran resmi pada 18 Maret 2026, film ini telah masuk dalam jadwal tayang di berbagai kota besar, termasuk Jogja, Jakarta, dan Binjai. Berikut rangkuman jadwal utama yang dapat membantu penonton merencanakan kunjungan ke bioskop:
- Jogja: Film diputar setiap hari mulai pukul 13.00 WIB, dengan sesi tambahan pada pukul 16.30, 19.45, dan 22.00. Tiket seharga Rp 63.000.
- Jakarta (Cinepolis): Tayang pada pukul 12.30, 15.20, 18.05, dan 20.50 WIB. Harga tiket sama, Rp 63.000.
- Binjai Mall (Cinepolis Binjai): Empat sesi harian – 12.30, 15.20, 18.05, dan 20.50 WIB – menawarkan pilihan yang fleksibel bagi penonton di Sumatera Utara.
Jadwal tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti permintaan penonton, terutama pada akhir pekan Lebaran ketika antusiasme penonton horor biasanya meningkat tajam.
Daftar Pemeran Utama
| Karakter | Pemeran |
|---|---|
| Suzzanna | Luna Maya |
| Bisman | Clift Sangra |
| Pramuja | Reza Rahadian |
| Na Willa | Amara Sophie (cameo) |
Selain empat tokoh utama, film ini menampilkan penampilan khusus dari aktor-aktor muda yang menambah kedalaman cerita, meskipun tidak semuanya tercantum dalam materi resmi. Kehadiran nama-nama besar seperti Reza Rahadian diharapkan meningkatkan daya tarik lintas generasi.
Respons Awal Penonton dan Kritikus
Sejak trailer pertama dirilis, respons di media sosial menunjukkan antisipasi tinggi, terutama di kalangan penggemar horor klasik. Pengamat film menilai bahwa film ini berhasil menggabungkan elemen tradisional (ilmu santet, kepercayaan lokal) dengan teknik sinematik kontemporer, seperti penggunaan pencahayaan dramatis dan efek CGI untuk menampilkan manifestasi energi santet. Beberapa kritikus memperingatkan bahwa alur cerita yang mengandalkan konflik cinta‑dendam dapat terasa melodramatis, namun mereka menyambut keberanian sutradara dalam mengeksplorasi tema moralitas dalam konteks supernatural.
Perspektif Budaya dan Sosial
Film ini tidak sekadar menghibur, melainkan juga menyentuh isu-isu sosial yang relevan di Indonesia modern. Penyantetan ayah Suzzanna oleh penguasa desa menyinggung praktik kekuasaan otoriter di daerah pedesaan, sementara dilema Suzzanna antara balas dendam dan cinta menyoroti pertarungan nilai tradisional versus modernitas. Dalam wawancara eksklusif, produser Irsan Yapto menekankan bahwa film ini ingin memicu diskusi tentang bagaimana kepercayaan tradisional masih memengaruhi keputusan moral individu di era digital.
Secara keseluruhan, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menawarkan paket lengkap: aksi horor menegangkan, drama emosional, serta lapisan budaya yang mengundang refleksi. Dengan jadwal tayang yang merata di kota‑kota utama, film ini menjadi pilihan utama bagi penonton yang mencari sensasi menakutkan sekaligus cerita yang memiliki kedalaman psikologis.
Dengan tiket yang terjangkau dan jadwal fleksibel, film ini siap menjadi salah satu penanda utama musim Lebaran 2026 di panggung sinema Indonesia.












