PSPK – 30 Maret 2026 | Bek Persib Bandung, Frans Putros, resmi dipanggil ke Tim Nasional Irak untuk menghadapi fase penentuan tiket Piala Dunia 2026. Pemain keturunan Irak ini akan memperkuat skuad Irak dalam laga final playoff antarbenua melawan Bolivia yang dijadwalkan pada 1 April 2026 di Meksiko. Penampilan Putros di kancah internasional ini menjadi sorotan utama mengingat peran pentingnya di lini belakang Persib dan potensinya membawa Irak kembali ke panggung dunia.
Persiapan Timnas Irak di Meksiko
Timnas Irak telah memusatkan kegiatan latihannya di sebuah training centre (TC) di Monterey, Meksiko sejak 23 Maret 2026. Program pemusatan latihan ini dipimpin oleh pelatih kepala Graham Arnold yang menargetkan kesiapan optimal untuk menghadapi Bolivia. Seluruh pemain inti, termasuk Frans Putros, menjalani sesi taktik, kebugaran, dan simulasi pertandingan. Menurut pernyataan resmi Tim Nasional Irak, fokus utama latihan adalah memperkuat pertahanan, mengasah transisi cepat, serta meningkatkan kemampuan set‑piece yang menjadi senjata utama dalam laga krusial.
Dukungan Penuh dari Pelatih Bojan Hodak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tidak menyembunyikan kebanggaannya atas pemanggilan Putros ke timnas Irak. Dalam sebuah wawancara, Hodak menegaskan bahwa bermain di Piala Dunia merupakan impian setiap pesepakbola. Ia menambahkan, “Saya harap mereka akan lolos. Ini akan luar biasa untuk Putros, karena semua orang ingin bermain di Piala Dunia, setiap pemain, jadi itu akan luar biasa.” Hodak juga menyampaikan kepercayaannya bahwa pengalaman Putros di Liga Indonesia akan menjadi nilai tambah bagi Irak dalam menghadapi lawan yang memiliki gaya bermain fisik seperti Bolivia.
Jadwal dan Taruhan Akhir
Setelah mengalahkan Suriname dengan skor 2‑1 pada 27 Maret 2026, Bolivia melaju ke final playoff. Pertandingan final antara Irak dan Bolivia akan digelar pada Rabu, 1 April 2026, di sebuah stadion di Meksiko yang belum diumumkan secara resmi. Pemenang duel ini akan memperoleh satu tiket langsung ke Piala Dunia 2026 dan akan ditempatkan di Grup I bersama Prancis, Norwegia, dan Senegal. Bagi Irak, kemenangan ini berarti kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 2018, sementara Bolivia berharap mengukir sejarah pertama kali lolos ke turnamen terbesar.
Frans Putros sendiri menegaskan kesiapan mental dan fisik tim. “Kami memiliki pertandingan ini di Meksiko. Sejak mengetahui jadwal, kami sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan di Meksiko. Kami ingin memenangkan pertandingan tersebut untuk bisa pergi ke Piala Dunia,” ujarnya dengan penuh semangat. Putros menambahkan, harapan masyarakat Irak untuk kembali ke panggung sepakbola dunia sangat besar, sehingga seluruh pemain bertekad memberikan penampilan terbaik.
Dengan dukungan pelatih Bojan Hodak, persiapan intensif di Meksiko, serta motivasi tinggi dari para pemain, Timnas Irak berada pada posisi yang menguntungkan menjelang laga penentu. Jika Irak berhasil mengalahkan Bolivia, tidak hanya Putros akan menorehkan prestasi pribadi, tetapi juga mengukir kembali nama Irak di antara negara‑negara peserta Piala Dunia. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Irak dan meningkatkan minat sepakbola di tanah air.












