PSPK – 10 Maret 2026 | Pekarangan rumah kini semakin diminati sebagai ruang hijau mini yang menyediakan sayuran segar, buah-buahan, serta menambah estetika lingkungan. Namun, tak semua tanaman cocok untuk semua penghuni rumah. Menurut para ahli perkebunan urban, ada lima jenis tanaman yang, bila ditanam di pekarangan kecil atau pot, dapat meningkatkan risiko kedatangan ular. Hal ini bukan karena tanaman tersebut secara langsung menarik ular, melainkan karena menciptakan ekosistem mikro yang mengundang tikus, serangga, dan amfibi—makanan utama bagi ular.
1. Bayam (Amaranthus spp.)
Bayam menjadi pilihan utama bagi pekarangan rumah karena pertumbuhannya cepat dan kebutuhan ruang yang minim. Sistem perakarannya yang dangkal memungkinkan penanaman dalam pot atau polybag. Sayangnya, daun bayam yang lebat menyediakan tempat persembunyian bagi tikus kecil. Tikus tersebut kemudian menjadi sasaran ular yang mencari mangsa. Liputan6.com melaporkan bahwa bayam sering ditanam di pekarangan kota, sehingga potensi interaksi antara tikus dan ular menjadi lebih tinggi.
2. Selada
Selada, terutama varietas kepala, tumbuh subur di tanah yang lembap dan kaya nutrisi. Kelembapan tanah yang tinggi menarik cacing tanah dan serangga kecil, yang pada gilirannya menarik burung serta kadal. Ular, terutama jenis piton kecil, mengikuti jejak serangga untuk berburu. Karena selada umumnya ditanam dalam wadah terbuka, kelembapan yang berlebih sulit dikontrol, memperbesar peluang munculnya satwa pengerat.
3. Stroberi (Fragaria x ananassa)
Stroberi terkenal sebagai tanaman vertikultur yang ideal untuk pekarangan sempit. Tanaman ini menghasilkan sulur (runners) yang merambat dan menciptakan lapisan tanah yang tebal. Lapisan ini menjadi habitat ideal bagi tikus dan kadal. Menurut artikel Liputan6.com, stroberi dapat berbuah dalam waktu singkat, namun perawatan yang melibatkan media tanam organik lembap meningkatkan risiko kehadiran ular yang berburu tikus di sekitar tanaman.
4. Pepaya Mini (Carica papaya var. nanica)
Pepaya mini sering dipilih untuk pot karena ukuran pohonnya yang tidak terlalu tinggi. Daunnya yang lebar menyediakan tempat berteduh bagi tikus serta serangga pengurai daun. Ular kobra hutan kecil dan ular piton sering memanfaatkan area berdaun lebat sebagai jalur pergerakan. Meski pepaya mini memberikan buah manis, pemilik rumah harus waspada terhadap kemungkinan kehadiran ular di sekitar akar yang luas.
5. Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata)
Kacang hijau tumbuh cepat dan dapat dipanen dalam waktu tiga bulan. Tanaman legum ini memperbaiki kesuburan tanah, namun sekaligus menarik belalang dan ulat yang menjadi makanan bagi burung serta kadal. Lingkungan yang kaya akan serangga ini secara tidak langsung menarik ular kecil yang berburu di tanah. Penanaman kacang hijau dalam polybag yang terlalu lembap dapat memperparah kondisi ini.
Untuk mengurangi risiko, pakar pertanian menyarankan beberapa langkah mitigasi: menjaga kebersihan pekarangan, menggunakan mulsa keras atau kerikil di sekitar tanaman, serta menghindari penumpukan sampah organik yang menjadi sumber makanan bagi tikus. Penanaman tanaman pengusir tikus seperti mint atau lavender di pinggir pekarangan juga dapat membantu menurunkan populasi tikus, sehingga mengurangi daya tarik ular.
Dengan memperhatikan pilihan tanaman dan manajemen lingkungan, pemilik pekarangan dapat menikmati hasil kebun urban tanpa harus khawatir akan kedatangan ular yang tidak diinginkan.










