PSPK – 24 Maret 2026 | Paramaribo – Tim nasional Suriname kembali menyalakan harapan untuk melaju ke putaran final Piala Dunia setelah perubahan kebijakan kewarganegaraan dan dukungan pelatih asal Belanda.
Sejak era kolonial, Suriname pernah menghasilkan nama‑nama besar seperti Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Clarence Seedorf. Namun, kesempatan emas kali ini datang melalui koneksi modern dengan Belanda. Peraturan baru yang memperbolehkan kewarganegaraan ganda memungkinkan pemain keturunan Suriname yang dibesarkan di Belanda untuk memperkuat skuad.
Pada minggu ini, Suriname akan bertemu Bolivia di Monterrey pada hari Kamis. Kemenangan dalam laga tersebut menjanjikan babak selanjutnya melawan Irak pada 31 Maret, dengan tiket ke Piala Dunia di ujung tanduk.
Tim yang berangkat ke Meksiko berjumlah 26 orang, dengan 22 pemain lahir di Belanda, satu di Belgia, dan hanya satu pemain yang dibina secara lokal, striker Gleofilo Vlijter. Berikut beberapa nama yang menonjol dalam skuad:
- Jean‑Paul Boetius – mantan pemain senior Belanda yang kini beralih kewarganegaraan.
- Wesley Krusna – bek muda yang pernah meniti karier di tim junior Belanda.
- Ramon Jong – gelandang kreatif berpengalaman di Eredivisie.
- Gleofilo Vlijter – satu‑satunya talenta buatan Suriname.
Pelatih Henk ten Cate, yang sebelumnya memimpin Ajax Amsterdam, memiliki akar keluarga di Suriname. Ia menegaskan komitmennya dengan mengatakan, “Jika saya tidak yakin dengan peluang ini, saya tidak akan mengambil proyek ini.” Ten Cate menambahkan bahwa lolos ke Piala Dunia akan menjadi “mimpi yang menjadi kenyataan” bagi seluruh bangsa.
Meski Suriname sempat berada di posisi mengamankan tiket otomatis pada babak kualifikasi CONCACAF akhir tahun lalu, kekalahan tak terduga melawan Guatemala membuat Panama melampaui mereka. Kini, lewat jalur play‑off antar‑konfederasi, mereka berusaha menebus kegagalan tersebut.
Jika berhasil, Suriname akan bergabung dengan Prancis, Norwegia, dan Senegal dalam Grup I, mempertemukan tim dari empat konfederasi berbeda dalam satu grup. Kualifikasi ini tidak hanya akan mengangkat profil sepak bola Suriname, tetapi juga menegaskan peran diaspora Belanda dalam memperkuat tim‑nasional bekas koloni.
Berita ini menegaskan bagaimana perubahan kebijakan, kombinasi talenta lokal dan diaspora, serta kepemimpinan berpengalaman dapat membuka jalan baru bagi negara kecil untuk bersaing di panggung dunia.












