PSPK – 29 Maret 2026 | Jakarta – Isu kepemilikan paspor pemain naturalisasi Timnas Indonesia, Dean James, kembali menjadi sorotan setelah klub Eredivisie NAC Breda mengajukan protes resmi terkait status non‑EU pemain tersebut. Klub mengklaim bahwa James tidak memenuhi persyaratan izin kerja dan gaji minimum yang ditetapkan oleh regulasi Liga Belanda, sehingga menimbulkan keraguan atas keabsahan penampilannya pada pertandingan melawan Go Ahead Eagles pada 15 Maret 2026.
Latar Belakang Naturalitas Dean James
Dean James, yang awalnya berkarier di Eropa sebagai pemain asal Inggris, resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada Maret 2025 setelah proses naturalisasi yang dipercepat oleh PSSI. Pada Juli 2023 ia menandatangani kontrak dengan Go Ahead Eagles dan memperpanjangnya pada Januari 2025. Sebagai pemain yang kini berstatus non‑EU, ia diwajibkan memiliki izin kerja serta menerima gaji minimal €608.000 per tahun atau setara Rp11,8 miliar, sesuai dengan peraturan Liga Belanda.
Sengketa Administratif di Eredivisie
NAC Breda menilai bahwa Go Ahead Eagles tidak mematuhi ketentuan tersebut ketika menurunkan James selama 75 menit dalam laga yang berakhir 0‑6 untuk Eagles. Klub mengajukan permohonan kepada KNVB (Federasi Sepak Bola Belanda) untuk meninjau ulang hasil pertandingan dan mempertimbangkan kemungkinan pengulangan pertandingan jika terbukti ada pelanggaran administrasi.
Menurut pernyataan resmi NAC Breda, indikasi pelanggaran meliputi:
- Kurangnya izin kerja resmi untuk pemain non‑EU.
- Gaji yang dibayarkan kepada James tidak mencapai batas minimum yang ditetapkan.
Jika terbukti, konsekuensinya dapat berupa sanksi bagi Go Ahead Eagles atau bahkan deklarasi hasil pertandingan sebagai tidak sah.
Respons PSSI dan Janji Solusi
Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menanggapi perkembangan ini dalam konferensi pers di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 27 Maret 2026. Arya menegaskan bahwa proses penyelesaian berada di luar negeri dan PSSI sedang menunggu keputusan otoritas Belanda. “Prosesnya kan bukan di sini, di sana. Jadi ya kami tunggu saja dari sana, pasti ada solusi,” ujar Arya.
Ia juga membantah bahwa absennya Dean James dari skuad Timnas Indonesia pada FIFA Series 2026 disebabkan oleh masalah paspor. “Tidak ada urusan sama itu, tidak ada hubungan. Administrasi di Indonesia semua sudah beres,” tegas Arya, menambahkan bahwa timnas telah menyiapkan alternatif pemain untuk mengisi posisi bek kiri.
Dampak pada Timnas Indonesia
Dean James sempat masuk dalam daftar 24 pemain pilihan pelatih John Herdman untuk FIFA Series 2026, namun harus dicoret karena ketidakpastian kepatuhan regulasi di Belanda. Keputusan ini memaksa Herdman menyesuaikan taktik, mengandalkan pemain domestik seperti Elkan Baggott dan Jay Idzes untuk mengisi celah yang ditinggalkan James.
Walaupun absennya James menjadi pukulan berat, Timnas Indonesia tetap optimis. PSSI berjanji akan terus memantau perkembangan kasus, berkoordinasi dengan KNVB, dan memastikan bahwa semua pemain naturalisasi memiliki dokumen yang sah. “Kami tidak akan membiarkan satu pemain saja menjadi beban bagi timnas. Semua akan diselesaikan,” pungkas Arya.
Jika KNVB memutuskan bahwa James melanggar aturan, konsekuensinya tidak hanya mempengaruhi pertandingan antara Go Ahead Eagles dan NAC Breda, tetapi juga menimbulkan implikasi bagi klub lain yang memiliki pemain naturalisasi. PSSI menegaskan kesiapan mereka untuk membantu pemain Indonesia yang berkarier di luar negeri mengatasi masalah administratif serupa.
Sejauh ini, belum ada kepastian kapan KNVB akan mengeluarkan keputusan final. Sementara itu, PSSI tetap membuka jalur komunikasi dengan otoritas Belanda, klub Go Ahead Eagles, dan agen pemain untuk mempercepat proses penyelesaian.
Kasus Dean James menegaskan kompleksitas regulasi pemain asing di Eropa, terutama bagi negara-negara yang baru mengadopsi naturalisasi sebagai strategi memperkuat skuad nasional. PSSI berkomitmen untuk memastikan bahwa proses naturalisasi tidak menimbulkan hambatan administratif di masa mendatang.












