PSPK – 24 Maret 2026 | Asia Pulp and Paper (APP) Group menegaskan kembali komitmen jangka panjangnya untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya restorasi hutan tropis, sejalan dengan agenda Indonesia memperluas program restorasi hutan dan memperkuat kemitraan lintas negara.
Komitmen tersebut disuarakan dalam sesi dialog khusus di Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa‑Bangsa ke‑30 (COP30), yang membahas peluncuran Tropical Forests Forever Facility (TFFF). Berbagai pemangku kepentingan – pemerintah, organisasi internasional, sektor energi, masyarakat sipil, dan dunia usaha – menyoroti pentingnya pembiayaan kolaboratif serta kerja sama global untuk mendukung restorasi ekosistem hutan jangka panjang dan ketahanan iklim.
APP Group menekankan peran krusial kemitraan antara pemerintah, sektor swasta, lembaga internasional, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal dalam menjaga keberlanjutan hutan tropis. Pendekatan ini selaras dengan target Indonesia untuk mencapai FOLU Net Sink 2030 serta mendukung kebijakan Second Nationally Determined Contribution (NDC) periode 2031‑2035.
Melalui program Regenesis, APP Group mengalokasikan dana sebesar US$30 juta per tahun selama sepuluh tahun untuk mendanai restorasi bentang alam, konservasi keanekaragaman hayati, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah operasionalnya.
Deputi Menteri Koordinator Bidang Aksesibilitas dan Ketahanan Pangan, Nani Hendiarti, menegaskan bahwa solusi berbasis masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan restorasi. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Indonesia bersama Uni Emirat Arab sedang menyiapkan inisiatif “Nature and Climate Partnership”, yang mencakup proyek restorasi hutan, konservasi keanekaragaman hayati, serta percontohan Public‑Private‑Community Partnership (PPCP).
“Kami sedang mengembangkan kerangka tata kelola yurisdiksi yang mengintegrasikan penetapan harga karbon, tata kelola inklusif, dan program perhutanan sosial, didukung oleh mekanisme pembiayaan inovatif untuk mempercepat investasi restorasi,” ujar Nani.
“Aksi iklim yang efektif memerlukan pembiayaan terkoordinasi, kemitraan inklusif, dan komitmen bersama untuk praktik pemanfaatan lahan berkelanjutan. Momentum Brasil dapat menginspirasi kerangka kolaboratif serupa di Indonesia, menghasilkan manfaat lingkungan dan sosial yang berkelanjutan,” tegas Elim.
Dengan dukungan dana, kebijakan, dan jaringan kemitraan internasional, APP Group berharap dapat mempercepat pemulihan hutan tropis, meningkatkan karbon sink, dan memberikan dampak positif bagi komunitas lokal serta ekonomi hijau Indonesia.










