PSPK – 03 Maret 2026 | Setiap hari di bulan Ramadan, umat Muslim menantikan momen berbuka puasa yang menandai berakhirnya puasa harian. Pada Selasa, 3 Maret 2026 (13 Ramadan 1447 H), waktu Maghrib—yang sekaligus menjadi penanda buka puasa—bervariasi di setiap wilayah Indonesia karena perbedaan zona waktu. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah merilis jadwal resmi imsakiyah yang mencakup waktu azan Maghrib untuk seluruh daerah. Berikut rangkuman lengkap waktu buka puasa hari ini, lengkap dengan doa yang dianjurkan serta tips praktis bagi masyarakat.
Jadwal Buka Puasa Berdasarkan Zona Waktu
| Kota / Daerah | Zona Waktu | Waktu Maghrib (Buka Puasa) |
|---|---|---|
| Jakarta (DKI) | WIB (GMT+7) | 18:14 WIB |
| Bandung (Jawa Barat) | WIB (GMT+7) | 18:16 WIB |
| Banda Aceh (Sumatra) | WIB (GMT+7) | 18:55 WIB |
| Makassar (Sulawesi Selatan) | WITA (GMT+8) | 18:24 WITA |
| Ambon (Maluku) | WIT (GMT+9) | 18:48 WIT |
Data di atas diambil langsung dari laman resmi Bimas Islam Kemenag dan telah diverifikasi oleh Kompas.com. Perbedaan satu hingga tiga puluh menit antar zona waktu dapat menjadi faktor penting bagi keluarga yang menyiapkan takjil (makanan ringan) dan mengatur jadwal shalat Maghrib serta tarawih.
Doa-Doa Buka Puasa yang Dianjurkan
Setelah azan Maghrib berkumandang, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur. Beberapa doa yang populer dan memiliki sanad kuat antara lain:
- “Allahumma laka sumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika aftartu” (Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).
- “Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in shaa Allah” (Telah hilang dahaga, tenggorokan basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah).
- “Allahumma laka sumtu wa ‘ala rizqika afthartu” (Ya Allah, aku berpuasa karena-Mu dan dengan rezeki-Mu aku berbuka).
Doa‑doa ini diambil dari hadis riwayat Abu Daud dan sering dibacakan di seluruh Indonesia, termasuk di Makassar, Jakarta, dan kota‑kota lain.
Pengaruh Jadwal Buka Puasa Terhadap Aktivitas Masyarakat
Waktu berbuka yang tepat menjadi penentu utama dalam menyusun agenda harian selama Ramadan. Keluarga biasanya menyiapkan makanan ringan sekitar 10‑15 menit sebelum azan Maghrib untuk memastikan tidak terlewat. Di wilayah perkotaan seperti Jakarta dan Bandung, peningkatan lalu lintas pada menit‑menit sebelum Maghrib menjadi perhatian bagi aparat kepolisian yang menyiapkan pengaturan lalu lintas khusus.
Di wilayah timur Indonesia, seperti Makassar dan Ambon, perbedaan satu jam dengan WIB menuntut penyesuaian jadwal kerja di sektor publik dan swasta. Beberapa perusahaan mengadopsi jam kerja fleksibel, memungkinkan karyawan pulang lebih awal agar dapat berbuka bersama keluarga.
Catatan Khusus untuk Pemirsa Online
Bagi mereka yang mengikuti jadwal melalui aplikasi atau situs web, pastikan perangkat telah di‑set ke zona waktu lokal yang benar. Kesalahan pengaturan zona waktu dapat menyebabkan keterlambatan atau bahkan melewatkan azan Maghrib. Kemenag menyediakan layanan notifikasi push melalui aplikasi Bimasislam yang memberi peringatan 5 menit sebelum Maghrib.
Selain itu, selama bulan Ramadan 1447 H, umat Islam di seluruh Indonesia diingatkan untuk tetap menjaga kesehatan, terutama bagi yang memiliki kondisi medis tertentu. Konsumsi makanan bergizi, hidrasi yang cukup sebelum sahur, dan istirahat yang cukup tetap menjadi prioritas utama.
Dengan mengacu pada jadwal resmi dan memperhatikan doa‑doa tradisional, masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa syukur. Semoga setiap detik Maghrib menjadi momentum spiritual yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.












