Project Seru Penuh Kejutan

Ramadan di Rutan KPK: 11 Penghuni Baru dan Kunjungan Keluarga Lebaran yang Meriah

March 21, 2026 • 0 Views
Ramadan di Rutan KPK: 11 Penghuni Baru dan Kunjungan Keluarga Lebaran yang Meriah
Ramadan di Rutan KPK: 11 Penghuni Baru dan Kunjungan Keluarga Lebaran yang Meriah

PSPK – 21 Maret 2026 | Jakarta, 21 Maret 2026 – Menjelang hari raya Idul Fitri, Rumah Tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Kuningan, menjadi saksi serangkaian aktivitas yang tidak biasa. Selama Ramadan, rutan mencatat kedatangan sebelas tahanan korupsi baru, menambah jumlah total penghuni menjadi lebih dari seratus orang. Kedatangan ini bertepatan dengan peningkatan jadwal kunjungan keluarga yang diperpanjang hingga tiga jam, memberikan kesempatan lebih luas bagi kerabat untuk menyampaikan salam dan hantaran Lebaran.

Penghuni Baru dan Latar Belakang Kasus

Sepuluh dari sebelas tahanan yang masuk pada bulan Ramadan merupakan tersangka dalam kasus korupsi sektor pertambangan, perkebunan, serta proyek infrastruktur. Salah satu yang paling menonjol adalah Dicky Yuana Radi, mantan Direktur Utama PT Inhutani V, yang ditahan karena diduga menerima suap senilai Rp 2,5 miliar terkait pengelolaan kawasan hutan di Lampung. Selain Dicky, ada pula pejabat daerah, mantan anggota DPR, dan pengusaha yang masing-masing terlibat dalam penyalahgunaan dana publik. Identitas lengkap semua penghuni baru belum dipublikasikan demi menjaga proses hukum, namun kehadiran mereka menambah kerumitan manajemen rutan yang kini harus menampung lebih banyak tahanan dalam ruang terbatas.

Kunjungan Keluarga pada Hari Lebaran

Sejak pukul 10.00 WIB, pintu masuk rutan dipadati oleh keluarga yang datang dengan membawa paket makanan khas Lebaran, seperti opor, ketupat, sayur, dan buah-buahan. KPK membuka layanan penerimaan hantaran makanan mulai pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, kemudian melanjutkan sesi pertemuan antara tahanan dan keluarga dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Proses ini diawasi ketat oleh petugas keamanan untuk memastikan ketertiban dan menghindari penyimpangan.

Riyan Ahmad Radi, putra Dicky Yuana Radi, mengungkapkan bahwa ia bersama kakak dan kerabat lainnya hanya dapat bertemu ayahnya selama setengah jam karena sistem ganti‑ganti kunjungan. “Ayah sudah terbiasa dengan lingkungan rutan, dan kondisi kesehatannya baik,” ujar Riyan. Sementara itu, Silvia Rinita Harefa, istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, juga hadir dengan membawa ketupat dan sayur, mengingatkan bahwa koordinasi rutan meminta setiap keluarga menyumbang makanan yang sesuai dengan tradisi Lebaran.

Suasana dan Kegiatan di Dalam Rutan

Selain menerima hantaran makanan, keluarga diperbolehkan membawa barang pribadi seperti pakaian. Mereka juga diajak mencicipi jatah makanan yang diberikan kepada tahanan, mulai dari nasi, sayur, buah, hingga telur. “Kami diminta membawa makanan supaya keluarga juga dapat merasakan apa yang dikonsumsi para tahanan,” kata Silvia. Suasana di dalam rutan digambarkan hangat, dengan keluarga saling bertukar kabar dan berbagi cerita tentang keadaan masing‑masing.

Selama Lebaran, waktu kunjungan diperpanjang satu jam lebih lama dibandingkan hari biasa, yakni dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB. Hal ini memberikan peluang bagi lebih banyak keluarga untuk menunaikan kewajiban silaturahmi meski berada di lingkungan penahanan.

Kondisi Tahanan Lain dan Isu Gus Yaqut

Silvia juga menyebutkan bahwa mantan Staf Khusus (Stafsus) Gus Yaqut Cholil Qoumas tidak terlihat pada saat pelaksanaan salat Idul Fitri. Menurut informasi yang diterima, Gus Yaqut sedang menjalani pemeriksaan dan terakhir terlihat pada Kamis malam (19/3) pukul 19.10 WIB. Seluruh tahanan mengetahui situasi tersebut, meskipun mereka menunggu kejelasan mengenai kehadiran Gus Yaqut pada kesempatan berikutnya.

Secara keseluruhan, jumlah tahanan yang dijenguk keluarga pada hari pertama Lebaran mencapai 81 orang, menandakan tingginya partisipasi keluarga dalam mendukung moral para tahanan. KPK mencatat bahwa tidak ada kendala signifikan selama proses kunjungan, dan semua pihak menilai situasi berjalan lancar dan aman.

Dengan kedatangan sebelas tahanan baru selama Ramadan serta peningkatan jam kunjungan keluarga pada Lebaran, Rutan KPK menunjukkan adaptasi kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan hukum dan sosial. Meskipun tantangan ruang dan logistik terus ada, upaya menjaga kesejahteraan tahanan serta memberikan ruang bagi keluarga untuk berinteraksi menjadi prioritas utama dalam rangka menegakkan keadilan tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *