Project Seru Penuh Kejutan

Sering Salah Kaprah, Ini Arti Sebenarnya di Balik Ucapan Minal Aidin Wal Faizin

March 21, 2026 • 0 Views
Sering Salah Kaprah, Ini Arti Sebenarnya di Balik Ucapan Minal Aidin Wal Faizin
Sering Salah Kaprah, Ini Arti Sebenarnya di Balik Ucapan Minal Aidin Wal Faizin

PSPK – 21 Maret 2026 | Setiap kali Idulfitri tiba, masyarakat Indonesia tak jarang mengucapkan “Minal Aidin Wal Faizin” sebagai salam Lebaran. Ungkapan ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi silaturahmi, namun banyak orang masih keliru mengartikan maknanya.

Berbeda dengan kepercayaan populer bahwa kalimat tersebut berarti “mohon maaf lahir dan batin”, sebenarnya asal-usulnya berasal dari bahasa Arab. Kata min berarti “dari”, al-ʿāidin merujuk pada orang‑orang yang kembali, wal berarti “dan”, serta al-fāʾizin mengartikan orang‑orang yang menang. Bila disatukan, frasa ini menyiratkan harapan “Semoga kita termasuk orang yang kembali ke fitrah dan termasuk orang yang menang melawan hawa nafsu”.

Dalam konteks Idulfitri, “kembali” menandakan keadaan suci setelah sebulan penuh beribadah, sedangkan “menang” melambangkan keberhasilan mengatasi ego serta nafsu selama Ramadan.

Bentuk lengkapnya biasanya berbunyi: “Ja'alanallahu minal 'aidin wal faizin”, yang dapat diterjemahkan sebagai “Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang kembali ke fitrah dan menjadi golongan yang menang”.

Di dunia Arab, salam yang lebih sering dipakai oleh para sahabat Rasulullah SAW adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum”, yang berarti “Semoga Allah menerima amal kami dan kalian”. Doa ini dianggap lebih sesuai dengan sunnah karena menekankan penerimaan ibadah.

Penggunaan “Minal Aidin Wal Faizin” tidak dilarang, asalkan dipahami sebagai doa untuk kesucian jiwa, bukan sekadar permohonan maaf. Banyak orang menggabungkannya dengan doa “Taqabbalallahu minna wa minkum” serta ucapan “mohon maaf lahir dan batin” untuk menyampaikan harapan yang lebih lengkap.

Dengan memahami esensi sebenarnya, umat Islam dapat menyampaikan salam Lebaran yang lebih tepat sasaran, sekaligus menjaga makna spiritual di balik tradisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *