PSPK – 20 Maret 2026 | Jakarta – Pada Kamis, 19 Maret 2026, Michael Bambang Hartono, tokoh penting di dunia bisnis Indonesia dan pemilik grup usaha Djarum, meninggal dunia di Singapura pada pukul 13.15 waktu setempat. Kematian ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan bisnis, pemerintahan, dan masyarakat Indonesia.
Michael Hartono dikenal sebagai salah satu konglomerat terbesar di Indonesia. Berdasarkan peringkat Forbes, ia menempati posisi ke-158 dalam daftar orang terkaya dunia, dengan estimasi kekayaan bersih mencapai US$17,5 miliar atau setara sekitar Rp 297,5 triliun. Sebagian besar nilai kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan signifikan di PT Bank Central Asia Tbk (BCA), selain bisnis tembakau melalui Djarum.
Di samping peranannya dalam industri tembakau, grup Djarum juga memiliki diversifikasi usaha yang meliputi sektor keuangan, properti, dan teknologi. Kepemimpinan Michael Hartono telah mengukir reputasi perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam perekonomian Indonesia, serta berkontribusi pada program-program filantropi dan pendidikan.
| Data | Detail |
|---|---|
| Nama Lengkap | Michael Bambang Hartono |
| Usia | 76 tahun (perkiraan) |
| Tempat Wafat | Singapura |
| Tanggal Wafat | 19 Maret 2026 |
| Kekayaan Bersih | US$17,5 miliar (≈ Rp 297,5 triliun) |
| Posisi Forbes | #158 |
| Perusahaan Utama | Djarum, BCA |
Kematian Michael Hartono diperkirakan akan menimbulkan dinamika dalam kepemilikan dan pengelolaan aset grup, khususnya dalam struktur kepemilikan Djarum dan saham BCA. Keluarga Hartono diprediksi akan melanjutkan warisan bisnis melalui generasi berikutnya, dengan kemungkinan restrukturisasi kepemilikan saham.
Berita duka ini disampaikan dengan harapan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, serta masyarakat dapat menghormati jasa-jasanya bagi pembangunan ekonomi Indonesia.












